detikcom
Kamis, 11/10/2012 08:46 WIB

Diobral Demi HAM atau Uang?

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Imron Anwari, Achmad Yamanie dan Prof. Dr. Hakim Nyak Pha. Entah apa yang ingin dikenang dari tiga hakim agung ini. Mereka mengatasnamakan HAM untuk membatalkan hukuman mati para gembong narkoba. Aktivis antinarkoba pun geram.

Tiga hakim agung itu mengubah hukuman mati Hanky Gunawan menjadi 15 tahun penjara. Putusan yang diketok pada tanggal 16 Agustus 2012 itu baru terkuak pada awal Oktober 2012.

Hanky bukan hanya pengedar narkoba. Ia adalah pemilik pabrik ekstasi yang memproduksi obat-obatan terlarang. Ia ditangkap polisi pada 23 Mei 2006 pukul 17.00 WIB di Yani Golf Jalan Gunung Sari Surabaya, usai pabriknya digerebek.

Memang, perjalanan Hanky meraih hukuman mati cukup panjang. Salinan putusan vonis yang diterima majalah detik memaparkan Pengadilan Negeri Surabaya belum menjatuhkan hukuman mati padanya. 17 April 2007 silam, Hanky hanya dikenai hukuman 15 tahun penjara.

***



Tulisan lengkap Diobral Demi HAM atau Uang? bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 45, 8 Oktober 2012). Edisi ini mengupas tuntas pengakuan Adami Wilson gembong narkoba internasional dengan tema ‘Rp 3 Miliar Vonis Mati Batal’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas KPK vs Polri ‘Jumat Mencekam di Kuningan’ Internasional ‘Tangan Sarkozy di Kematian Khadafi’, rubrik gaya hidup ‘Cosplay, Wow Gitu’ berita komik ‘Mendayung Sampan, Berburu Sinyal’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Looper’, WKWKWK ‘Jambret Ketimpa Bajaj’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.



Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di download www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!


Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV

(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close