detikcom
Kamis, 11/10/2012 06:03 WIB

Rakyat Akan Angkat Topi Jika Kapolri Tegas Kepada Polda Bengkulu

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Teguran Kapolri Jenderal Timur Pradopo kepada Polda Bengkulu terkait upaya penangkapan penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan dinilai bukan tindakan yang tegas. Jika Kapolri bersikap tegas dengan memecat Kapolda Bengkulu, masyarakat dinilai akan angkat topi untuk Polri.

"Kalau Kapolri ini tegas, tidak ragu-ragu mengambil sikap dan keputusan, masyarakat akan salut dan angkat topi," ujar pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (10/10/2012).

Bambang menilai jika Kapolri bisa tegas, maka pandangan-pandangan negatif masyarakat terhadap Polri selama ini akan meluntur. "Saya kira hal itu (pandangan negatif masyarakat) tidak akan ada jika Kapolri bisa tegas," tutur Bambang.

Selain kepada Polda Bengkulu yang dianggap telah mempermalukan Polri, Bambang mengatakan ketegasan Kapolri juga dibutuhkan untuk mengusut petinggi-petinggi Polri lainnya yang tersangkut kasus korupsi simulator SIM.

"Petinggi-petinggi yang secara personal juga terlibat korupsi SIM juga harus harus disentuh. Tentu saja dibarengi dengan pembinaan personel yang harus ditingkatkan," lanjutnya.

Sebelumnya, Kapolri mengatakan pihaknya telah melayangkan teguran langsung kepada Kapolda Bengkulu karena upaya penangkapan penyidik KPK pada 5 Oktober 2012. Upaya penangkapan ini juga disesalkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dinyatakannya dalam pidato pada 8 Oktober 2012 lalu.

(sip/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel