Detik.com News
Detik.com
Rabu, 10/10/2012 17:41 WIB

Waspada! Jakarta Barat Wilayah Paling Rawan Banjir

Septiana Ledysia - detikNews
Halaman 1 dari 2
Waspada! Jakarta Barat Wilayah Paling Rawan Banjir Banjir (ilustrasi)
Jakarta - Sejumlah wilayah di Jakarta sudah mulai dilanda hujan. Hal ini menandakan musim hujan sudah tiba. Penduduk Jakarta pun disarankan untuk waspada banjir, terutama penduduk di kawasan Jakarta Barat.

Menurut pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, Jakarta Barat merupakan wilayah paling rawan banjir dibandikan dengan daerah lain di Jakarta. Jakarta Barat merupakan kawasan yang paling terancam dengan datangnya musim hujan.

"Kawasan ini sangat rentan karena tidak terlindungi Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat," kata Yayat kepada wartawan, Rabu (10/10/2012).

Menurut Yayat, keberadaan dua kanal banjir di Jakarta tidak membuat Jakarta Barat aman dari banjir. Soalnya, dua kanal tersebut tidak memotong aliran lima sungai besar yang ada di wilayah yang berbatasan dengan Tangerang.

"Jadi tidak terlindungi karena sungai yang dipotong bukan kali-kali yang rawan di Jakarta Barat," ujar Yayat.

Yayat mengatakan ancaman banjir semakin besar dengan kenyataan bahwa pendangkalan sungai terjadi di sungai tersebut. Apalagi, sungai itu sudah tidak pernah dikeruk untuk menambah kedalaman sungai agar aliran air lebih lancar.

"Sudah bertahun-tahun lalu tidak pernah dikeruk lagi," ujarnya.Next

Halaman 1 2
(spt/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%