Rabu, 10/10/2012 14:52 WIB

Laporan dari Bonn

Kemitraan Komprehensif, RI-Jerman Tingkatkan Kerjasama Kehutanan

Eddi Santosa - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bonn - Pemerintah Indonesia dan Jerman sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang kehutanan, dalam rangka mengisi kemitraan komprehensif sebagai tindak lanjut kunjungan Kanselir Merkel Juli lalu.

Peningkatan kerjasama itu antara lain dilakukan melalui Forest and Climate Change Programme (FORCLIME) yang telah berjalan, termasuk implementasi REDD+ dan pengembangan energi terbarukan seperti energi biomasa dari hutan tanaman.

"Pengembangan energi alternatif itu juga terkait dengan program penghentian energi nuklir di Jerman pada 2022, dimana Indonesia memiliki peluang pasar di Jerman," demikian disampaikan Counsellor Pensosbud KBRI Berlin Ayodhia Kalake kepada detikcom hari ini, Rabu (10/10/2012).

Kesepakatan berhasil dicapai dalam pembicaraan bilateral antara Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan dengan Wakil Menteri Pertanian, Pangan dan Perlindungan Konsumen Republik Federal Jerman Peter Bleser di Bonn, (8/10/2012).

Capaian penting lainnya dari kunjungan Menteri Zulkifli Hasan ke Jerman adalah pemberian penghargaan dari Kementerian Lingkungan dan Energi Negara Bagian Hessen kepada Menteri Kehutanan RI atas kerjasama kehutanan yang telah terjalin selama lebih dari 45 tahun.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Lingkungan dan Energi Negara Bagian Hessen, Wein Meister kepada Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan, di Wiesbaden (9/10/2012), disaksikan oleh Duta Besar RI Berlin, Dr. Eddy Pratomo, Sekjen Kementerian Kehutanan RI, Hadi Daryanto dan Dirjen Kehutanan Kementerian Lingkungan dan Energi, Carsten Wilke.

Menteri Zulkifli Hasan juga telah melakukan kunjungan lapangan ke KPH Chaussehaus Wiesbaden seluas 13.000 ha, melihat pengelolaan hutan produksi lebih dari 200 tahun, termasuk untuk rekreasi, perlindungan hutan dan produksi kayu. Next

Halaman 1 2
(es/es)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%