Detik.com News
Detik.com
Selasa, 09/10/2012 22:19 WIB

Longsor Akibat Hujan, 3 Rumah di Bogor Rusak

Rafik Maeilana - detikNews
Bogor, - Akibat dari hujan deras yang mengguyur Kota Bogor hingga sore, dua rumah di Kampung Gudang, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, hancur diterjang tanah longsor. 2 orang terluka akibat peristiwa tersebut dan telah dibawa ke Rumah Sakit Karya Bakti untuk diberi perawatan medis.

"Benar terjadi longsor, 2 orang terluka semuanya laki-laki," kata Kepala UPTD Damkar dan Penanganan Bencana Alam Kota Bogor, Teofilo Patrocinio ketika dihubungi detikcom, Selasa (09/10/2012).

Saat ini, Lanjut Teofilo, pihaknya telah menerjunkan anggota untuk menangani peristiwa tersebut. "Anggota sudah kami kerahkan ke lokasi, pasca hujan juga banyak pohon tumbang," imbuhnya.

Sementara itu, selain di Kampung Gudang, longsor juga terjadi di Gang Muha RT 1 RW 14, Kelurahan, Menteng, Kecamatan Bogor Barat. Tidak ada korban jiwa di lokasi tersebut, namun satu rumah tertimpa tanah longsor. "Di gang Muha juga ada satu, tapi tidak ada korban," jelas Terofilo.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%