Detik.com News
Detik.com
Senin, 08/10/2012 23:57 WIB

Kasus Hambalang, KPK Periksa Staf Keuangan PD Eva Omfita Selama 12 Jam

Fajar Pratama - detikNews
Kasus Hambalang, KPK Periksa Staf Keuangan PD Eva Omfita Selama 12 Jam
Jakarta - Ke mana arah cabang kasus Hambalang yang diusut KPK di level penyelidikan semakin terang. Setelah pernah memeriksa Ketua DPP Demokrat Umar Arsal, hari ini KPK memeriksa staf keuangan partai belrambang bintang mercy tersebut, Eva Omfita terkait Kongres Demokrat.

Eva yang diperiksa selama 12 jam dan keluar pada Senin (8/10/2012) malam, mengatakan pemeriksaanya hari ini sebagai lanjutan dari pemeriksaan pekan lalu.

"Lanjutan saja dari hari Selasa. Masih tetap kongres Demokrat," ujar Eva di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel.

Namun Eva menolak membeberkan mengenai adanya dugaan politik uang dalam kongres Demokrat itu. Dia hanya mengaku ditanya tentang kuitansi penerimaan.

"Saya tidak tahu. Saya bukan tim sukses. Silakan tanya tim suksesnya langsung," ujar Eva.

"Saya ditanya tentang kuitansi. Jumlahnya ada 14," sambungnya.

Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha menyatakan belum mengetahui mengenai pemeriksaan Eva hari ini. Namun dia membenarkan pekan lalu memang ada pemeriksaan terhadap Eva.

"Pekan lalu memang ada. Kalau hari ini akan saya cek dulu," ujar Priharsa.

Seperti diketahui, KPK kembali membuka penyelidikan terkait proyek Hambalang setelah menetapkan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusdinar sebagai tersangka. Adapun salah satu fokus dalam penyelidikan Hambalang jilid II ini adalah aliran dana terkait proyek, termasuk yang mengalir ke Kongres Partai Demokrat. Terkait penyelidikan Hambalang jilid II ini, KPK pernah meminta keterangan staf ahli Fraksi Demokrat, Nuril Anwar dan staf keuangan Fraksi Partai Demokrat, Eva Omfita.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjp/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%