detikcom
Senin, 08/10/2012 14:58 WIB

Dukung KPK, Mahasiswa Yogyakarta Geruduk Mapolresta

Edzan Raharjo - detikNews
Yogyakarta - Dukungan pada KPK terus mengalir di daerah-daerah. Mahasiswa sejumlah universitas di Yogyakarta mendukung KPK dengan mendatangi Mapolresta Yogyakarta, Jl Reksobayan.

200 Mahasiswa itu tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk KPK (Amuk) Yogyakarta. Mereka terdiri dari mahasiswa UGM dan elemen HMI, KAMMI serta perwakilan dari universitas lainnya di Yogyakarta. Mereka mendukung KPK dan menuntut polisi tidak bertindak arogan.

Dalam aksinya di depan Mapolresta Yogyakarta, Senin (8/10/2012), mahasiswa memberikan bunga belasungkawa kepada polisi. Bunga tersebut diterima oleh Kasat Bimas Polresta Yogyakarta Kompol M Faturahman.

Pendemo juga mengenakan pita hitam sebagai simbol duka pemberantasan korupsi. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan 'Selamatkan KPK, Selamatkan Indonesia'. Pendemo juga membawa anjing yang dikalungi tulisan 'Mencari Jejak SBY'.
Dalam aksinya, pendemo sempat akan menaiki tembok Mapolresta Yogyakarta. Mereka berniat mengibarkan bendera yang mereka bawa untuk dikibarkan. Namun aksi mereka batal karena diusir polisi.

Pendemo juga mengeluarkan 4 pernyataan yakni mengutuk aksi arogran Polri yang menjemput paksa penyidik KPK, mendesak Presiden mendukung KPK dalam memberantas korupsi, mendukung KPK dalam membersihkan praktik korupsi di tubuh Polri dan mendukung KPK mengambil alih kasus korupsi simulator SIM.

Kompol Faturahman menyatakan Polresta Yogyakarta mendukung pemberantasan korupsi. Namun ucapan Faturahman disambut pendemo dengan kata-kata 'bohong'.

Massa sempat beraksi di Gedung Agung Yogyakarta sebelum longmarch di depan Mapolresta Yogyakarta. Pukul 14.45 WIB, aksi bubar.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nik/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%