detikcom
Senin, 08/10/2012 13:45 WIB

Kasihan! Diperkosa Kenalan di FB, Siswi SMP Dikeluarkan dari Sekolah di Depok

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Sedih dan shock akibat penculikan dan pemerkosaan oleh kenalan di Facebook yang dialami siswi SMP di Depok, Jawa Barat, ini belum sembuh benar. Namun pada Senin (8/10/2012) ini perasaan siswi itu semakin tidak menentu setelah dikeluarkan dari sekolahnya. Dia pun melapor ke Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA).

Siswi tersebut dan keluarganya datang dan mengadukan ketidakadilan yang dialami ke Komnas PA pada siang ini. Mereka berharap mendapat keadilan.

"Pengelola sekolah yang diwakili ketua yayasan melarang anak korban penculikan itu untuk sekolah di situ. Diumumkan saat upacara bersama tadi pagi. Kami nilai itu tindakan yang tidak manusiawi dan berlebihan," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, saat dihubungi detikcom, Senin (8/10/2012).

Arist menuturkan pada saat sebelum upacara, wali kelas meminta siswi itu agar memberitahu orang tuanya untuk datang ke sekolah. Anak itu pun mengirimkan SMS kepada ibunya.

Kemudian dia mengikuti upacara bendera. Saat upacara diumumkan pengelola sekolah, tanpa menyebut nama menyatakan bahwa sekolah tidak akan menerima lagi siswa yang mempermalukan nama sekolah. Saat itu hampir semua murid melirik ke arah siswi tersebut.

"Lalu anak itu masuk ke kelas setelah selesai upacara. Kemudian dia disuruh turun untuk ketemu ibunya. Ibunya datang ketemu pihak yayasan namun yayasan menolak. Lalu disampaikan dia tidak boleh melanjutkan sekolah," sambung Arist.

Karena itu, siswi itu pun menangis dan shock. Padahal sebelumnya keluarga sudah menyemangatinya untuk pergi sekolah dan kembali belajar bersama teman-temannya. Ternyata sekolah malah tidak mau menerimanya.

"Saya sudah telepon ke yayasan tapi belum bisa bicara dengan ketuanya. Kali sudah kirimkan surat dan akan melihat bagaimana responsnya. Kalau tidak menanggapi dengan baik, kami akan ke Kemendikbud. Ini bisa dicabut izinnya karena fungsi sekolah bukan hanya pendidikan tapi juga pembelajaran. Ini berkaitan dengan hak anak mendapat pendidikan," terang pria berkacamata ini.

Sebelumnya, siswi tersebut dilaporkan hilang oleh orangtuanya sejak Sabtu (22/9) lalu. Selama dibawa penculik yang tak lain kenalannya di Facebook, korban sempat diperkosa sebanyak empat kali. Dia juga kerap dicekoki dengan minuman keras.

Pendamping hukum korban, Dwi Handy Pardede, korban dibawa ke beberapa tempat seperti ke Bojong Gede, Parung, Ciseeng, dan Cibinong. Korban tak bisa melarikan diri karena diancam dibunuh oleh penculiknya yang merupakan sopir angkot itu. Penculik bermaksud menjualnya ke Batam. Dia selamat setelah dicampakkan pelaku di Terminal Depok, Minggu (30/9/2012).

Dari informasi yang detikcom kumpulkan di kepolisian, pelaku merupakan residivis. Ia dipenjara 4 kali karena kasus pencurian dan narkoba.



Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV

(vit/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000