detikcom
Sabtu, 06/10/2012 16:04 WIB

Kasus Novel, Kabareskrim: Sidang Kode Etik Tak Hilangkan Pidana

Ganessa - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kompol Novel Baswedan diduga melakukan penganiayaan terhadap enam pencuri sarang burung walet 2004 lalu. Novel dalam sidang kode etik dan profesi dinyatakan bersalah. Menurut Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman, sidang disiplin tidak menggugurkan pidana seorang anggota Polri.

Hal ini diutarakan Sutarman dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (6/10/2012). Dalam kesempatan itu hadir pula Direktur Kriminal Umum dari Polda Bengkulu, Kombes Pol Dedy Irianto selaku penyidik dalam kasus Novel tersebut.

"Peristiwanya (pidana) ada, tetapi siapa yang melakukannya ini sedang disidik kalau dinyatakan kemarin bahwa sidang disiplin sudah dilakukan tetapi sidang disiplin ini tidak menggugurkan pidana yang dilakukan oleh seorang anggota Polri," jelas Sutarman.

Menurut Sutarman, masyarakat bisa mengontrol dan mengoreksi penyidik Polda Bengkulu. Untuk itu ia siap bertanggungjawab apabila dugaan penganiayaan yang dituduhkan kepada Novel tidak benar.

"Masyarakat juga mengontrol dan mengoreksi penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Bengkulu. Kalau salah saya juga ikut bertanggungjawab karena fungsi penyidikan ini ada di Bareskrim," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kombes Pol Dedy Irianto menyebut bahwa dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh Novel tergolong berat. Oleh karena itu, Novel dikenakan pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP tentang penganiayaan yang menimbulkan luka berat dan sampai meninggal dunia.

"Murni ini adalah tindak pidana penganiyaan yang menimbulkan luka berat dan sampai meninggal dunia," jelas Dedy.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ndr/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%