detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 06/10/2012 14:10 WIB

Antisipasi Geng Motor Brutal, Polresta Pekanbaru Lakukan Razia

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Warga Pekanbaru dihebohkan dengan pesan SMS berantai akan ada aksi brutal dari geng motor. Tak mau kecolong Pihak Polresta Pekanbaru melakukan langkah antisipasi dengan menggelar razia.

"Malam nanti kita akan menggelar razia yang melibatkan seluruh jajaran Polsek yang ada. Ini guna mengantisipasi adanya isu geng motor akan membuat onar," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Arief Fajar dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (6/10/2012) di Pekanbaru.

Pihak kepolisian juga mengetahui adanya pesan berantai lewat SMS dan pengguna BlackBerry Messenger (BBM). Dalam pesan berantai ini disebutkan, bahwa geng motor XTC asal Bandung dikabarkan saat ini sudah berada di Pekanbaru, menyusul ketua geng motor Pekanbaru dilumpuhkan pihak kepolisian.

Dalam pesan berantai ini, juga disebutkan, bahwa mala mini geng motor itu akan membuat onar kepada geng motor lainnya. Karena itu, dalam pesan itu disebutkan juga, agar masyarakat bersatu untuk melawan keberadaan geng motor tersebut.

"Untuk isu tersebut, kita sudah menerjunkan tim intelijen. Ini guna mencari mendapatkan informasi yang akurat terkait isu tersebut. Namun yang jelas, isu itu sengaja ditebar untuk membuat resah masyarakat," kata Arief.

Walau sebatas isu lewat jaringan telepon genggam, pihak kepolisian tetap mengantisipasi hal itu. Ini demi menciptkan keamanan dan kenyamanan.

"Kita akan gelar razia terkait hal itu. Kita akan tindak tegas jika ada aksi dari kelompok geng motor. Bila perlu kita akan melakukan tembak ditempat," kata Arief.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Ketua geng motor akhir pekan lalu ditembak ditempat. Ini setelah geng motor melakukan pengeroyokan terhadap warga. Ketua geng motor itu tidak lain anak seorang anggota kepolisian.

Kapolda Riau, Brigjen Suedi Husein sebelumnya menegaskan, bila ada anak pejabat kepolisian yang terlibat, secara otomasi jabatan orangtuanya akan dicopot.

"Bagaimana mau mengurus rakyat, kalau mengurusi anak sendiri saja tidak becus. Siapapun anak pejabat di lingkungan kami yang terlibat, pasti jabatan orantuanya akan saya copot," kata Suedi.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(cha/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%