Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 06/10/2012 14:10 WIB

Antisipasi Geng Motor Brutal, Polresta Pekanbaru Lakukan Razia

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Warga Pekanbaru dihebohkan dengan pesan SMS berantai akan ada aksi brutal dari geng motor. Tak mau kecolong Pihak Polresta Pekanbaru melakukan langkah antisipasi dengan menggelar razia.

"Malam nanti kita akan menggelar razia yang melibatkan seluruh jajaran Polsek yang ada. Ini guna mengantisipasi adanya isu geng motor akan membuat onar," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Arief Fajar dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (6/10/2012) di Pekanbaru.

Pihak kepolisian juga mengetahui adanya pesan berantai lewat SMS dan pengguna BlackBerry Messenger (BBM). Dalam pesan berantai ini disebutkan, bahwa geng motor XTC asal Bandung dikabarkan saat ini sudah berada di Pekanbaru, menyusul ketua geng motor Pekanbaru dilumpuhkan pihak kepolisian.

Dalam pesan berantai ini, juga disebutkan, bahwa mala mini geng motor itu akan membuat onar kepada geng motor lainnya. Karena itu, dalam pesan itu disebutkan juga, agar masyarakat bersatu untuk melawan keberadaan geng motor tersebut.

"Untuk isu tersebut, kita sudah menerjunkan tim intelijen. Ini guna mencari mendapatkan informasi yang akurat terkait isu tersebut. Namun yang jelas, isu itu sengaja ditebar untuk membuat resah masyarakat," kata Arief.

Walau sebatas isu lewat jaringan telepon genggam, pihak kepolisian tetap mengantisipasi hal itu. Ini demi menciptkan keamanan dan kenyamanan.

"Kita akan gelar razia terkait hal itu. Kita akan tindak tegas jika ada aksi dari kelompok geng motor. Bila perlu kita akan melakukan tembak ditempat," kata Arief.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Ketua geng motor akhir pekan lalu ditembak ditempat. Ini setelah geng motor melakukan pengeroyokan terhadap warga. Ketua geng motor itu tidak lain anak seorang anggota kepolisian.

Kapolda Riau, Brigjen Suedi Husein sebelumnya menegaskan, bila ada anak pejabat kepolisian yang terlibat, secara otomasi jabatan orangtuanya akan dicopot.

"Bagaimana mau mengurus rakyat, kalau mengurusi anak sendiri saja tidak becus. Siapapun anak pejabat di lingkungan kami yang terlibat, pasti jabatan orantuanya akan saya copot," kata Suedi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%