Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 06/10/2012 03:15 WIB

Massa Pendukung KPK 'Kuasai' Jalan HR Rasuna Said

Ahmad Juwari - detikNews
Jakarta - Massa dari berbagai aliansi terus berdatangan untuk memberikan dukungan pada KPK. Menjelang subuh, massa semakin banyak dan mulai duduki Jalan HR Rasuna Said.

Pantauan detikcom, Sabtu (6/10/2012), dari 4 lajur Jalan HR Rasuna Said yang mengarah Mampang, hanya tersisa lajur untuk Transjakarta yang masih bisa dilalui kendaraan. 500 Orang terlihat menduduki jalan utama Kuningan tersebut.

Massa juga membentangkan bendera merah putih ukuran 8x5 meter di tengah jalan dan terus melakukan orasi. Mobil pick up yang mengangkut pengeras suara yang awalnya di pinggir jalan dipindahkan ke tengah jalan.

Terlihat 20 orang polisi berseragam berjaga di sekitar KPK. Mereka mengatur lalu lintas dan berjaga-jaga di sekitar lokasi orasi.

Pantauan detikcom, Sabtu (6/10/2012), saat ini sudah tak terlihat lagi anggota kepolisian yang tadi datang ke KPK untuk menangkap Novel Baswedan. Novel yang berpangkat Komisaris Polisi ini merupakan salah satu penyidik KPK yang ikut menangani kasus dugaan korupsi di Korlantas Mabes Polri. Bahkan saat penggeledahan, Novel ikut 'mengobrak-abrik' Korlantas Mabes Polri.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%