Jumat, 05/10/2012 17:13 WIB

Ketua Geng Motor di Pekanbaru Anak Anggota Polisi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Ketua geng motor yang dilumpuhkan Polresta Pekanbaru ternyata anak anggota kepolisian. Kapolda Riau Brigjen Suedi Husein berjanji menindak siapa pun yang terlibat.

Ketua geng motor tersebut bernama Nuriswen (21) sempat bersekolah di Bandung. Pada akhir pekan lalu, pemuda yang juga residivis jambret ini dilumpuhkan di kompleks perumahan Polri di Jl Tawon, Pekanbaru. Belakangan diketahui, ternyata ketua geng motor yang brutal ini anak dari seorang anggota kepolisian.

Kepada detikcom, Kapolda Riau, Brigjen Suedi Husein saat ditemui di Mapolda Riau, Jl Sudirman Pekanbaru, Jumat (5/10/2012) Kapolda Riau mengaku kecewa atas keterlibatan anak polisi dalam aksi geng motor.

"Yang kemarin dilumpuhkan itu anak seorang anggota Polri. Jika kemarin anak pejabat di jajaran Polda Riau, jabatan orangtunya langsung akan saya copot. Ini tegas-tegas saya sampaikan," kata Suedi membenarkan anak polisi terlibat dalam geng motor.

Menurutnya, pencopotan jabatan bagi pejabat di jajarannya itu sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Dia tidak ingin, anak-anak Polri malah ikut dalam berbagai aksi kejahatan terutama lagi keberadaan geng motor yang kini meresahkan warga Pekanbaru.

"Kalau ada anak Kapolsek, anak Kapolres atau anak pejabat apapun di jajaran Polda Riau ini yang terlibat, langsung jabatan orangtunya saya copot. Tidak mungkin rasanya dikasih jabatan mengurusi rakyat, jika mengurusi anaknya sendiri saja tak becus," tegas Kapolda Riau.

Sebagaimana diketahui, Nuriswen merupakan geng motor yang mengeroyok Febriandi (17), warga Tampan, Pekanbaru. Wen, begitu sapaan ketua geng motor ini, menyabet 20 kali ke tubuh dengan benda tajam. Korban sampai kini masih terbaring di RSUD Arifin Ahmad.

Dalam catatan Polresta Pekanbaru, kelompok geng motor ini sudah 16 kali bertindak kriminal. Mulai dari penganiayaan sampai penjambretan. Wen yang baru keluar dari penjara beberapa bulan belakangan ini merekrut anggota dari kalangan pelajar. Mereka selalu membuat ulah di malam hari.

Perilaku geng motor membuat masyarakat merasa tidak nyaman, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Warga mulai hati-hati untuk keluar malam terutama diatas pukul 23.00 WIB.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(cha/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close