detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 04:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 05/10/2012 17:09 WIB

Punya Sejarah Baik, Gerindra Berharap Hubungan dengan PDIP Berlanjut

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - PDIP dan Gerindra selama ini terlihat memiliki hubungan baik dengan menjali beberapa koalisi. Hubungan baik tersebut diharapkan dapat terus berlanjut.

"Saya melihat bahwa kader PDIP dan Gerindra di bawah itu cukup erat hubungannya. Sejak Pilpres 2009 dan Pilgub DKI Jakarta sudah menunjukkan koalisi PDIP dan Gerindra mudah dicerna dari masyarakat," kata Anggota Dewan Pembina, Martin Hutabarat, saat dihubungi, Jumat (5/10/2012).

Martin mengatakan selain kedekatan sejarah, PDIP dan Gerindra juga memiliki kedekatan pandangan soal Indonesia.

"PDIP dan Gerindra memiliki kesamaan pandangan soal bangsa dan negara seperti soal NKRI, soal Pancasila, soal ekonomi kerakyatan, dan pemberantasan korupsi, sehingga kerjasama ini soal strategis," ujarnya.

Gerindra berharap hubungan baik dengan PDIP dapat terus terjaga. Menurut Martin, hubungan kedua partai membawa harapan perubahan bagi rakyat.

"Gerindra menghargai PDIP-Gerindra memberikan resonansi bagi munculnya harapan pembaharuan di bawah, terutama bagi kader-kader PDIP dan Gerindra," paparnya.

Oleh karenanya, Martin berharap hubungan baik antara PDIP dan Gerindra dapat terus berlanjut. Dia yakin jika hubungan kedua partai berjalan baik, maka akan menjadi kekuatan yang bisa bicara banyak membawa perubahan bagi Indonesia.

"Mudah-mudahan hubungan baik ini tetap berlanjut," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua Fraksi Gerindra Puan Maharani mengatakan koalisi antara PDIP dan Gerindra belum tentu berlanjut. Tak ada koalisi permanen dalam politik.

"Di dalam politik tidak ada koalisi permanen," kata Ketua Fraksi PDIP DPR, Puan Maharani, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2012).

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(trq/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close