Jumat, 05/10/2012 13:45 WIB

4 Penerjun HUT TNI Tersangkut di Pohon dan Tercebur ke Danau foto

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Sebanyak 700 orang penerjun payung memeriahkan upacara puncak peringatan HUT ke-67 TNI. Empat orang di antaranya gagal mendarat di titik pendaratan yang ditentukan di apron Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

"Ada yang mendarat di pohon dan di danau, tidak jauh dari titik pendaratan," ungkap Kapentak Lanud Halim Perdanakusumah Mayor Gerardus Maliti melalui telepon, Jumat (5/10/2012).

Belum ada kepastian apa penyebab pasti dari pendaratan tidak mulus empat orang penerjun TNI itu. Namun menurut Maliti pendaratan yang tidak tepat di titik pendaratan bukan sesuatu yang aneh dalam sebuah kegiatan penerjunan oleh satuan militer sekalipun.

"Ah seperti itu biasa saja. Orang terjun kan ditiup angin dan arah angin bisa berubah-ubah," ujarnya.

Tidak dijelaskan dari kesatuan apa empat orang penerjun tersebut. Sejauh ini dilaporkan semua dalam keadaan baik dan telah dievakuasi.

"Semuanya sehat, termasuk yang masuk danau," tegas Maliki.

Danau yang dia maksud berada di komplek perumahan dinas perwira tinggi di areal pangkalan udara militer TNI AU. Lokasinya dari apron tempat upacara berlangsung kurang lebih 500 meter saja. Pohon tempat tersangkutnya penerjun, berada di Jl Skuadron II, kompleks perwira Halim Perdanakusumah.

Seorang penerjun juga dikabarkan mendarat di kubah masjid sekitar lokasi, tapi ini belum dapat dikonfirmasikan. Pada saat atraksi terjun payung berlangsung pada sekitar pukul 10.00 WIB, angin bertiup cukup kencang.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%