Detik.com News
Detik.com
Kamis, 04/10/2012 16:33 WIB

9 Gembong Mafia Narkoba di Dunia

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 8 dari 10 Next »
9 Gembong Mafia Narkoba di Dunia - 8 dok listverse.com
7. Domenico Condello

Domenico Condello, merupakan pentolan tokoh mafia Ndrangheta dari Calabria, Italia. Dia dikenal sebagai 'Il Supremo' di Nrangheta.

Domenico adalah sepupu Pasqualle Condello, tokoh kunci di penyelundupan kokain antara Kolombia dan Italia yang juga mengendalikan beberapa kontrak pemurnian air di beberapa kota di Calabria. Pada 2008, Pasqualle ditahan oleh lebih dari 100 polisi yang mengepung di apartemennya di Occhio di Pellaro, di pinggiran Calabria.

Domenico pun mengambil kendali, karena tradisi organisasi mafia di Italia dikendalikan oleh kerabat yang masih memiliki hubungan darah. Domenico sudah menjadi buruan polisi paling dicari di Italia dan menghindari polisi selama bertahun-tahun. Domenico kini menjadi pengendali utama di balik Ndrangheta.



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%