Selasa, 02/10/2012 21:27 WIB

Ini Tiga Rumusan Dasar Mencegah Tawuran Versi Mendikbud

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Peristiwa tawuran antara siswa SMA 70 dan SMA 6 Jakarta membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus mencari jalan keluar. Maka untuk mencegah peristiwa tersebut tidak terulang lagi, Kemendikbud, Komite kedua sekolah dan pemerhati dunia pendidikan se DKI Jakarta berkumpul untuk membuat rumusan pencegahan tawuran.

"Hari ini untuk membahas bareng gimana caranya kita men stop, all out urusan tawuran itu, kita bertekad semua jajaran baik kementerian, dinas, sekolah semua turun tangan beresin, karena dibiarkan justru bertambah parah," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, kepada wartawan di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Perkataan M Nuh tersebut tertuang dalam acara "Stop Tawuran SMK/SMU Se Jadetabek". Acara itu dihadiri oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab, Komnas PA Seto Mulyadi dan guru-guru kedua sekolah dan komitenya, baik SMA 70 maupun SMA 6.

M Nuh menjelaskan langkah konkret yang akan ditempuh agar tawuran tidak kembali terjadi, adalah dengan cara membuat tiga rumusan dasar.

1. Tegakkan disiplin internal sekolah.
2. Kita bangun kegiatan bersama antar sekolah.
3. Kita berikan dukungan penuh kepada kepolisian untuk menegakkan hukum siapapun yang salah harus dihukum," ungkapnya.

M Nuh menambahkan dari ketiga rumusan dasar itu akan diuraikan teknis pelaksanaannya. Nanti akan diketahui bagaimana membangun kerja sama sekolah dan membangun disiplin sekolah.

"Nanti ketiga rumusan itu kita urai. Satu persatu untuk membagun kerja sama sekolah seperti apa, membangun disiplin sekolah seperti apa," tutupnya.

(ndu/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel