Selasa, 02/10/2012 16:43 WIB

Weekend Nanti, TNI AD Pamer Armada Tempurnya di Monas

Rini Friastuti - detikNews
Ilustrasi
Jakarta - Bagi Anda yang sering melewati wilayah Monas bakal melihat sesuatu yang berbeda pada tanggal 6-8 Oktober 2012 nanti. Kawasan yang biasanya tampil hijau royo-royo bakalan lebih nyentrik dengan suasana militer yang garang.

Tapi tak usah heran berkepanjangan jika ada tank, panser, maupun meriam di monas. Suasana militeristik ini merupakan bagian dari acara pameran alutsista milik TNI yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-67 TNI.

"TNI AD akan melaksanakan pameran alutsista di monas yang akan berlangsung sejak tanggal 6 sampai 8 Oktober 2012. Dari jam 8 pagi sampai 5 sore," kata Kadispen TNI AD Brigjen Sisriadi jumpa pers di Gedung Kartika Media Center, Jl Abdul Rahman Saleh I, Jakarta Pusat, Selasa (02/10/2012).

Berbagai macam perlengkapan dan persenjataan mulai dari pistol sampai tank dan helikopter bakal dipamerkan. Mulai dari alutsista tahun 1970 sampai yang tercanggih, minus Tank Leopard dan meriam MLTRS/ Astros yang baru akan datang awal 2013 nanti.

"Ada panser Anoa, tank AMX 13 buatan Prancis. MBT Leopard, meriam MLTRS/ Astros datangnya tahun 2013," jelas Sisriadi.

Selain pameran di tempat terbuka, nantinya TNI AD juga akan menyediakan stand indoor. Di dalam stand indoor akan dipajang perlengkapan tempur seperti helm anti peluru dan senapan serbu.

"Dan nanti juga akan ada atraksi dari TNI AD yang akan ditampilkan bagi masyarakat yang ingin menonton dan nanti masyarakat boleh masuk secara gratis karena ini hiburan untuk masyarakat," jelas Sisriadi.

Pintu menuju venue disediakan di bagian barat Monas, dekat halte TransJ. Pada pembukaan acara, pengunjung bisa menikmati atraksi dari para prajurit TNI AD.

(gah/nvt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%