Detik.com News
Detik.com

Selasa, 02/10/2012 09:34 WIB

Koalisi Gerindra-PDIP di Balik Mundurnya Deklarasi Capres Prabowo?

Mega Putra Ratya - detikNews
Koalisi Gerindra-PDIP di Balik Mundurnya Deklarasi Capres Prabowo? reuters
Jakarta - Partai Gerindra menunda deklarasi pencapresan Prabowo Subianto. Selain alasan teknis persiapan verifikasi parpol, ada 4 alasan yang bisa menjelaskan pengunduran deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Pertama, belum selesainya negosiasi antara PDI Perjuangan dan Gerindra terkait pola koalisi jelang 2014. Hubungan kedua partai sempat kurang harmonis menyusul pernyataan Taufiq Kiemas pascapelaksanaan pilgub DKI yang mengatakan bahwa PDIP tidak mendapatkan keuntungan elektoral dari pilkada DKI.

"Pernyataan Taufiq Kiemas tentu mengagetkan bagi Gerindra dan Prabowo yang selama ini berencana membangun koalisi jangka panjang dengan PDIP sampai pilpres 2014. Pernyataan Taufik Kiemas itu saya kira mengubah skenario koalisi PDIP-Gerindra sampai 2014," ujar analis politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, Selasa (2/10/2012).

Kedua, lanjut Arya, alasan pengunduran tersebut bisa dibaca dari alotnya proses negosiasi antara partai menengah dan kecil untuk mengusung Prabowo sebagai presiden. Apalagi bila mengacu pada perolehan kursi Gerindra pada 2009, Gerindra butuh koalisi besar untuk usung Prabowo, dan kuncinya itu berada pada PDIP.

Ketiga, persoalan waktu. Prabowo masih mencari waktu yang pas untuk mendeklarasikan diri. Pemilihan waktu yang keliru tentu akan tidak menguntungkan secara elektoral. Prabowo akan menunggu saat dimana tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah berada pada angka yang mengkhawatirkan yaitu pada kisaran 20-30 persen.

"Keempat, saya kira faktor keempat adalah pematangan isu, program dan insfrastruktur partai. Kesiapan secara isu, program dan insfrastruktur partai penting bagi Prabowo untuk membangun kampanye yang panjang," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan penundaan deklarasi pencapresan Prabowo Subianto memancing sejumlah spekulasi politik. Sejumlah kalangan melihat Prabowo mulai ragu-ragu dan fokus melakukan konsolidasi terlebih dahulu. Gerindra sendiri melihat ada upaya parpol besar menjegal pencapresan Prabowo dengan menolak revisi UU Pilpres.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/vta)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
97%
Kontra
3%