Senin, 01/10/2012 17:04 WIB

Sengketa Lahan di Makassar Ricuh, 3 Orang Terkena Anak Panah

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Sengketa lahan antara pihak PT GMTDC dan warga Bontorannu, Kec. Mariso, Makassar, di atas lahan seluas 2,8 hektar di Jalan Metro, Tanjung Bunga, ricuh. Tiga orang dari pihak PT GMTDC dilarikan ke rumah sakit akibat terkena anak panah.

Warga Bontorannu sudah berkumpul sejak pukul 08.00 WITA, Senin (1/10/2012). Mereka menghalau pihak PT GMTDC yang menimbun lahan seluas 2,8 hektare yang juga diklaim oleh Sikki, ahli waris Haji Baso Balo.

Tak jelas pemicunya, bentrokan pecah sekitar pukul 15.00 WITA. Kedua kubu saling serang dengan menggunakan ketapel panah dan saling lempar batu. Beberapa di antaranya membawa golok dan petasan.

Warga Bontorannu juga sempat merusak sebuah ekskavator milik PT GMTDC yang tertinggal di tengah-tengah lokasi bentrokan.

Aksi bentrokan ini kemudian berhasil ditengahi oleh pasukan anti huru-hara dari Polrestabes Makassar dan Brimob Polda Sulsel. Polisi berhasil menghalau serangan warga Bontorannu dan mengamankan ekskavator yang nyaris dibakar massa.

Hingga saat ini situasi di lahan sengketa masih tegang. Kedua kubu masih bertahan, termasuk ratusan personel polisi disiagakan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mna/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%