Detik.com News
Detik.com
Minggu, 30/09/2012 21:13 WIB

Bus Pariwisata Terguling di Jalur Puncak, 19 Penumpang Luka-luka

Rafiq Maeilana - detikNews
Bus Pariwisata Terguling di Jalur Puncak, 19 Penumpang Luka-luka
Bogor, - Kecelakaan Lalulintas kembali terjadi di Jalur Puncak. Kali ini,sebuah bus pariwisata bernopol B 7892 WB terbalik di Jalan Raya Puncak Km 85, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.

Kejadian tersebut terjadi sekitar Pukul 17:30 WIB. Sebelum terbalik bus yang dikemudikan Mulyadi (38) itu,sempat menyerempet dua sepeda motor yakni motor Revo F 2868 HY dan Supra F 5105 NK serta sebuah mobil Suzuki Carry bernopol F 8470 WT.

Berikut Nama nama korban luka yang dikumpulkan detikcom:

1 Fitri (17)
2 Nurlela (29)
3 Sudiono (54)
4 Marnida (33)
5 Setiasty (21)
6 Steven Adam (29)
7 Suni (38)
8 Raika (13)
9 Putri (9)
10 Deny Muliana (30)
11 Musyarofah (26)
12 Slamet (41)
13 Sarnubi S Budiono (36)
14 Mugni (61)
15 Martinah (50)
16 Fatmawati (31)
17 Aryo Dwimaulana (3)
18 Muhammad Rayan (3)
19 Noviana (35)

Para penumpang bis itu, selanjutnya menunggu dievakuasi menggunakan bis pengganti untuk pulang ke Cakung Jakarta Timur

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Edwin menjelaskan, saat ini pengemudi bus telah diamankan dan jajarannya tengan berusaha memindahkan kendaraan bus agar kemacetan dapat terurai. "Kami masih berusaha mengevakusi kendaraan," jelasnya




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/ndu)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%