Minggu, 30/09/2012 19:46 WIB

Partai NasDem Rekrut Mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Partai Nasional Demokrat (NasDem) terus memperkuat barisan menuju Pemilu 2014. Tak tanggung-tanggung, NasDem merekrut mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Endriartono Sutarto.

"Mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto resmi bergabung dengan Partai NasDem, saya memakaikan jas NasDem di depan ribuan kader NasDem di Gor Saburay Lampung," kata Ketua Umum Partai NasDem, Patrice Rio Capella, kepada detikcom, Minggu (30/9/2012).

Nantinya Endriartono akan ditempatkan di posisi terhormat di Partai NasDem. Hingga kini NasDem masih menyembunyikan posisi yang akan diberikan kepada purnawirawan jenderal TNI bintang empat ini.

"Karena baru tadi masuknya, tentu setelah ini akan kita tempatkan pada posisi yang terhormat untuk beliau," katanya.

Namun Endriartono telah diikutkan dalam acara penting parpol. "Dalam acara pelantikan NasDem lampung," katanya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(van/rvk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%