Minggu, 30/09/2012 12:14 WIB

Bangkai KM Bahuga Jaya Masih Dicari, Diperkirakan Terseret Arus 5 Km

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Tim SAR gabungan belum menemukan bangkai KM Bahuga Jaya yang tenggelam di selat di selat Sunda, Rabu (26/9/2012). Kapal diperkirakan terseret arus laut dan bergeser 2-3 mil (3-5 km) dari lokasi awal.

"Masih penyelaman. Belum ditemukan," kata Humas Basarnas Yoyok ketika dikonfirmasi detikcom, Minggu (30/9/2012).

Yoyok menjelaskan, arus di bawah laut menyulitkan pencarian. Posisi kapal dipastikan bergeser. Sehingga sejauh ini, tim penyelam belum dapat mengendus kapal berpenumpang 213 orang dan mengangkut kendaraan roda dua maupun empat tersebut.

"Itu kan Selat. Arus di bawah sangat besar. Kemungkinan bergeser 2-3 mil," katanya.

Untuk mencari bangkai kapal, saat ini tim mendapat tambahan tenaga dari Marinir. Mereka akan mencari kapal hingga H+7 tenggelamnya kapal atau Rabu (3/10) pekan depan.

KMP Bahuga Jaya tenggelam setelah ditabrak kapal tanker Norgas Chantika di perairan Selat Sunda, hanya 10 km dari Bakauheni, Rabu (26/9) lalu. Kementerian Perhubungan menyatakan 7 orang tewas dan 206 lainnya berhasil diselamatkan. Penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan masih terus dilakukan. Tiga awak Norgas Chantika ditetapkan sebagai ditahan di Polda Lampung.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%