Jumat, 28/09/2012 15:40 WIB

Laporan dari New York

Menajamkan Dua Prestasi Indonesia di Mata Dunia

Arifin Asydhad - detikNews
Halaman 1 dari 3
(Foto: Reuters)
Jakarta - Selama lima hari terakhir, kegiatan diplomasi pemerintah Indonesia sangat padat di New York, AS. Kegiatan-kegiatan ini terkait dua prestasi Indonesia. Pertama, peran Indonesia di forum internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Kedua, prestasi Indonesia di bidang ekonomi yang saat ini menjadi negara ekonomi nomor 15 terbesar di dunia.

Presiden SBY bersama sejumlah menteri dan rombongan tiba di New York pada Minggu (23/9/2012) lalu. Sejak tiba di New York, Presiden SBY memiliki agenda yang sangat padat hingga Kamis (27/9/2012) malam.

Antara lain Presiden SBY berpidato di Sidang Majelis Umum ke-67 PBB, memimpin high level panel (HLP) mengenai arah pembangunan berkelanjutan pasca millenium development goals (MDG's) 2015, melakukan banyak pertemuan bilateral dan multilateral, menghadiri Indonesia Invesment Day, menghadiri sejumlah diskusi, bertemu para pengusaha AS, dan bertemu para anggota Diaspora Indonesia.

Karena padatnya agenda di New York, dalam pemantauan detikcom, tak tanggung-tanggung Presiden SBY membawa serta sedikitnya 11 menteri/anggota kabinet ke New York. Para menteri/anggota kabinet itu dibawa karena agenda-agenda yang dibahas terkait dengan mereka.

Para anggota kabinet yang turut serta adalah Menlu Marty Natalegawa, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Menkeu Agus Martowardojo, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Tjitjip Sutardjo, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumilar, dan Kepala BKPM Chatib Basri.

Dari berbagai keterangan yang dihimpun detikcom, kegiatan di New York ini, kalau disederhanakan, dilakukan untuk menajamkan dua prestasi Indonesia. Pertama, di forum internasional PBB, ada dua prestasi Indonesia yang cukup penting.

Pertama, terpilihnya Indonesia sebagai Ketua Komite 1 Majelis Umum PBB untuk sesi ke-67, dalam Sidang Majelis Umum PBB. Menurut Kepala Perwakilan Tetap RI di PBB, Desra Percaya, kepercayaan kepada Indonesia untuk mengemban tugas sebagai Ketua Komite 1 didasari oleh peran dan kontribusi positif Indonesia dalam berbagai inisiatif PBB yang terkait perlucutan senjata dan keamanan internasional. Selama lebih dari satu dasawarsa, Indonesia merupakan Koordinator Kelompok Kerja Perlucutan Senjata Gerakan Non-Blok. Indonesia juga berperan aktif dalam proses penyelesaian penandatanganan Protokol South-East Asia Nuclear-Weapon-Free Zone (SEANWFZ) oleh kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Perancis, dan Inggris. Selain itu, Indonesia telah meratifikasi Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty (CTBT) beberapa waktu lalu.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%