detikcom
Jumat, 28/09/2012 12:47 WIB

Iran Bersumpah akan Balas Serangan Militer

Rita Uli Hutapea - detikNews
Mahmoud Ahmadinejad (AFP)
New York, - Pemerintah Iran bersumpah akan membalas setiap serangan terhadap negeri Republik Islam itu. Hal ini disampaikan setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyerukan adanya "garis merah" untuk mencegah Iran memiliki bom nuklir.

Wakil Dubes Iran untuk PBB Eshagh al-Habib menegaskan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/9/2012), Iran tidak sedang mengupayakan pengembangan senjata atom.

Dikatakan diplomat Iran itu, negaranya "cukup kuat untuk membela diri sendiri dan punya hak penuh untuk membalas dengan kekuatan penuh atas setiap serangan."

Hal tersebut disampaikan Habib dalam Sidang Umum PBB yang digelar di New York, Amerika Serikat pada Kamis, 27 September waktu setempat. Dicetuskan Habib, Israel adalah rezim yang didasarkan pada terorisme dan merupakan pendiri terorisme negara di dunia.

"Komunitas internasional harus memenuhi tanggung jawabnya dan memberikan tekanan pada rezim ini guna menghentikan semua perilaku yang tidak bertanggung jawab di wilayah Timur Tengah," cetus Habib.

Ditegaskannya, program nuklir Iran semata-mata untuk tujuan damai dan sangat sesuai dengan kewajiban-kewajiban internasional Iran.

Sebelumnya, dalam pidato dalam Sidang Majelis Umum PBB, PM Netanyahu menyerukan adanya "garis merah yang jelas soal program senjata nuklir Iran".

Garis merah ini, menurut Netanyahu, mampu menghambat Iran untuk mengembangkan program nuklirnya secara menyeluruh. Dengan adanya garis merah ini, lanjutnya, ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap komunitas internasional akan musnah. Presiden AS Barack Obama telah menolak desakan Israel untuk membuat garis merah tersebut.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%