Detik.com News
Detik.com
Kamis, 27/09/2012 22:54 WIB

Laporan dari New York

SBY Minta Diaspora Indonesia Tetap Beri Kontribusi ke Indonesia

Arifin Asydhad - detikNews
Halaman 1 dari 2
SBY Minta Diaspora Indonesia Tetap Beri Kontribusi ke Indonesia
New York - Presiden SBY menyambut dideklarasikannya Diaspora Indonesia di Los Angeles pada 8 Juli 2012 lalu. Presiden berpesan tiga hal kepada anggota Diaspora Indonesia. Salah satunya, supaya mereka tetap bisa berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Pesan ini disampaikan Presiden SBY dalam pertemuan sembari makan pagi di Hall lantai 7, Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di 38th Street, New York City, Kamis (27/9/2012). Pertemuan itu dihadiri puluhan anggota Diaspora Indonesia dari berbagai negara bagian AS.

Tiga hal pesan Presiden SBY itu dirangkum dengan singkatan LLC. Pertama, loyalty. Presiden meminta agar para anggora Diaspora Indonesia yang telah menjadi warga negara lain tetap loyal kepada negaranya, dengan menaati aturan dan hukum di negara itu. Kedua, love. Presiden meminta agar para anggota Diaspora Indonesia tetap menjaga kecintaan terhadap Indonesia, meski bukan lagi sebagai warga Indonesia.

Ketiga, contribution. Presiden SBY meminta agar para anggota Diaspora Indonesia untuk tetap memberikan kontribusi kepada Indonesia.

Kontribusi itu bisa diberikan terkait 3 hal yang saat ini sedang diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Pertama, mendorong adanya produksi dan penggunaan mobil ramah lingkungan dan mobil listrik. Dengan adanya mobil ramah lingkungan ini, maka beban subsidi BBM di APBN akan bisa dikurangi.

"Karena itu, barangkali ada di antara Diaspora Indonesia yang bisa menyambungkan dengan para ahli dalam hal ini, sehingga yang umpanya seharusnya tujuan ini bisa dicapai 15 tahun, tapi dengan hal itu bisa dicapai dalam waktu 5-10 tahun," kata SBY.

Kedua, meningkatkan teknologi informasi. Pada 2030, banyak lembaga internasional yang memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi berada di rangking 10 dunia. Karena itu, semua industri, baik pertanian, manufaktur maupun jasa akan meningkat tajam. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%