detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 27/09/2012 22:54 WIB

Laporan dari New York

SBY Minta Diaspora Indonesia Tetap Beri Kontribusi ke Indonesia

Arifin Asydhad - detikNews
Halaman 1 dari 2
New York - Presiden SBY menyambut dideklarasikannya Diaspora Indonesia di Los Angeles pada 8 Juli 2012 lalu. Presiden berpesan tiga hal kepada anggota Diaspora Indonesia. Salah satunya, supaya mereka tetap bisa berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Pesan ini disampaikan Presiden SBY dalam pertemuan sembari makan pagi di Hall lantai 7, Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di 38th Street, New York City, Kamis (27/9/2012). Pertemuan itu dihadiri puluhan anggota Diaspora Indonesia dari berbagai negara bagian AS.

Tiga hal pesan Presiden SBY itu dirangkum dengan singkatan LLC. Pertama, loyalty. Presiden meminta agar para anggora Diaspora Indonesia yang telah menjadi warga negara lain tetap loyal kepada negaranya, dengan menaati aturan dan hukum di negara itu. Kedua, love. Presiden meminta agar para anggota Diaspora Indonesia tetap menjaga kecintaan terhadap Indonesia, meski bukan lagi sebagai warga Indonesia.

Ketiga, contribution. Presiden SBY meminta agar para anggota Diaspora Indonesia untuk tetap memberikan kontribusi kepada Indonesia.

Kontribusi itu bisa diberikan terkait 3 hal yang saat ini sedang diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Pertama, mendorong adanya produksi dan penggunaan mobil ramah lingkungan dan mobil listrik. Dengan adanya mobil ramah lingkungan ini, maka beban subsidi BBM di APBN akan bisa dikurangi.

"Karena itu, barangkali ada di antara Diaspora Indonesia yang bisa menyambungkan dengan para ahli dalam hal ini, sehingga yang umpanya seharusnya tujuan ini bisa dicapai 15 tahun, tapi dengan hal itu bisa dicapai dalam waktu 5-10 tahun," kata SBY.

Kedua, meningkatkan teknologi informasi. Pada 2030, banyak lembaga internasional yang memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi berada di rangking 10 dunia. Karena itu, semua industri, baik pertanian, manufaktur maupun jasa akan meningkat tajam. Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asy/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%