Detik.com News
Detik.com
Kamis, 27/09/2012 18:50 WIB

Kemenakertrans: Ancaman Mogok Nasional Buruh Tidak Berdasar

Ganessa Alfadh - detikNews
Kemenakertrans: Ancaman Mogok Nasional Buruh Tidak Berdasar
Jakarta - Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mengancam melakukan mogok nasional jika tuntutan penghapusan outsourcing tidak dikabulkan oleh Kemenarkertans. Namun Kemenarkertrans menilai ancaman mogok nasional tidak berdasar.

"Dialog sudah beberapa kali baik informal maupun formal di kantor dan di rumah. Aspirasi ditampung, dimasukkan ke dalam pasal, lalu nanti dibuat revisinya. Artinya dasar untuk melakukan mogok nasional sudah tidak kuat lagi," kata staf khusus Kemenakertrans, Dita Indah Sari, kepada wartawan di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Dita menyatakan mogok nasional itu bisa menjadi ancaman kalau perundingan macet atau masing-masing pihak tidak mau berunding. Namun keduanya tidak terjadi, sehingga perundingan juga telah dilaksanakan.

"Kegiatan pekerja seperti ini kan selalu kita tampung. Masukan-masukan baru kita akan masukkan ke pasal-pasal baru. Jadi sama sekali tidak benar kalau dikatakan pemerintah tidak berdialog, tidak membuka diri, itu tidak benar," ujarnya.

Menurut Dita, aksi kecil maupun besar selalu diterima dan ditanya apa tuntutannya. "Jadi mudah-mudahan presisi bisa tepat waktu sehingga minggu depan dapat disiapkan putusan tentang Permenakertrans yang baru," lanjut Dita.

"Pertemuam tadi ada perwakilan dari buruh, Dirjen Pengawas, Sekjen Kemenakertrans, dan jajaran masing-masing. Jadi tim tadi cukup lengkap dan
qualified sengaja dipersiapkan kementerian untruk menampung aspirasi. Tidak ada Pak Menteri, namun kan selama ini sudah cukup menampung aspirasi para pekerja," jelasnya.

Demo ribuan buruh ini bubar pada pukul 17.00 WIB secara tertib. Sekitar 50 bus dan puluhan motor sempat membuat macet lalu lintas di Jalan Gatot Subroto.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(sip/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%