detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 19:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 27/09/2012 18:50 WIB

Kemenakertrans: Ancaman Mogok Nasional Buruh Tidak Berdasar

Ganessa Alfadh - detikNews
Jakarta - Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mengancam melakukan mogok nasional jika tuntutan penghapusan outsourcing tidak dikabulkan oleh Kemenarkertans. Namun Kemenarkertrans menilai ancaman mogok nasional tidak berdasar.

"Dialog sudah beberapa kali baik informal maupun formal di kantor dan di rumah. Aspirasi ditampung, dimasukkan ke dalam pasal, lalu nanti dibuat revisinya. Artinya dasar untuk melakukan mogok nasional sudah tidak kuat lagi," kata staf khusus Kemenakertrans, Dita Indah Sari, kepada wartawan di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Dita menyatakan mogok nasional itu bisa menjadi ancaman kalau perundingan macet atau masing-masing pihak tidak mau berunding. Namun keduanya tidak terjadi, sehingga perundingan juga telah dilaksanakan.

"Kegiatan pekerja seperti ini kan selalu kita tampung. Masukan-masukan baru kita akan masukkan ke pasal-pasal baru. Jadi sama sekali tidak benar kalau dikatakan pemerintah tidak berdialog, tidak membuka diri, itu tidak benar," ujarnya.

Menurut Dita, aksi kecil maupun besar selalu diterima dan ditanya apa tuntutannya. "Jadi mudah-mudahan presisi bisa tepat waktu sehingga minggu depan dapat disiapkan putusan tentang Permenakertrans yang baru," lanjut Dita.

"Pertemuam tadi ada perwakilan dari buruh, Dirjen Pengawas, Sekjen Kemenakertrans, dan jajaran masing-masing. Jadi tim tadi cukup lengkap dan
qualified sengaja dipersiapkan kementerian untruk menampung aspirasi. Tidak ada Pak Menteri, namun kan selama ini sudah cukup menampung aspirasi para pekerja," jelasnya.

Demo ribuan buruh ini bubar pada pukul 17.00 WIB secara tertib. Sekitar 50 bus dan puluhan motor sempat membuat macet lalu lintas di Jalan Gatot Subroto.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(sip/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%