Detik.com News
Detik.com
Kamis, 27/09/2012 16:03 WIB

5 Pelajar Tewas dalam Tawuran Sepanjang Januari-September 2012

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
5 Pelajar Tewas dalam Tawuran Sepanjang Januari-September 2012
Jakarta - Tawuran antarpelajar terjadi hampir setiap tahun di hampir seluruh wilayah DKI Jakarta. Tidak sedikit dari aksi tawuran itu menimbulkan korban luka hingga nyawa melayang dengan sia-sia.

Berdasarkan cacatan Humas Polda Metro Jaya, tawuran antarpelajar yang terjadi sejak Januari hingga September 2012 ini sudah mencapai 7 kasus. Lima pelajar tewas meregang nyawa akibat aksi kekerasan di kalangan pelajar itu.

"Korban terakhir atas nama Deni Yanuar (16), meninggal dalam aksi tawuran pelajar di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (26/9) kemarin," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Rikwanto mengatakan, angka tawuran pada tahun ini cenderung meningkat dibanding tahun 2011 lalu. Tahun 2011 lalu, sedikitnya 4 nyawa pelajar melayang akibat aksi tawuran.

Berikut enam aksi tawuran antarpelajar yang tercatat sepanjang Januari hingga September 2012.

Guntur (17) dan Harzan Saparta (17), seorang pelajar SMA mengalami luka akibat aksi tawuran di Jalan Matraman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 19 April 2012 pukul 20.00 WIB. Kedua korban dirawat di RSCM saat itu.

Tanggal 3 Mei 2012 pukul 17.50 WIB lalu, pelajar bernama Bayu Dwi Kurniawan (16) tewas, sementara 2 temannya bernama Rahman Aldi (17) dan Muhaji Adenan (16) mengalami luka-luka akibat aksi tawuran pelajar di Jalan Ampera RT 03/05 Bekasi Timur, Kota Bekasi. Peristiwa terjadi ketika korban tiba di lokasi dan diserang tiba-tiba oleh sekelompok siswa sekolah lain hingga mengalami luka bacok. Pelaku belum terungkap.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%