detikcom
Kamis, 27/09/2012 13:11 WIB

Rekonstruksi Tawuran di Jakut Timbulkan Kemacetan

Prins David Saut - detikNews
Rekonstruksi tawuran/detikcom
Jakarta - Kepolisian dari Polsek Pademangan menggelar rekonstruksi tawuran pelajar di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara. Rekonstruksi tersebut membuat ruas lalu lintas menuju Jalan RE Martadinata tersendat.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (27/9/2012), polisi membawa 6 tersangka tawuran dengan mengenakan penutup muka dan baju tahanan berwarna biru tua untuk merekonstruksi tawuran antara SMA 40 dengan SMA Taman Madya Kemayoran. Satu per satu adegan pembacokan dicontohkan oleh para tersangka di depan aparat kepolisian.

Hal ini membuat sejumlah pengguna jalan memelankan kendaraannya untuk menyaksikan rekonstruksi tersebut. Antrian kendaraan pun mengular dari arah Pademangan menuju Tanjung Priok dan sejumlah petugas berusaha melancarkan antrian kendaraan tersebut.

"Tawuran antara pelajar sering terjadi di ruas jalan itu. Biasanya dari Kecamatan Pademangan, Sawah Besar, dan Penjaringan," kata Kapolsek Pademangan, Kompol Susatyo Purnomo Condro, di Mapolsek Pademangan, Jakarta Utara.

Menurut Susatyo lokasi tersebut rawan karena menjadi jalur umum banyaknya angkutan perkotaan yang sering digunakan para pelajar. Ditambah oleh kendaraan-kendaraan besar pengangkut kontainer dari arah Ancol yang mengangkut rombongan pelajar.

"Karena banyak yang tunggu angkot di situ, kadang mereka saling ejek, tiba-tiba saling serang. Di situ juga Kan banyak pelajar yang naik truk. Rombongan mereka itu, biasanya diturunkan disitu," kata Susatyo.

Susatyo menjelaskan upaya antisipasi dilakukan dengan menggelar patroli di daerah rawan tawuran pelajar. "Kami sering patroli juga di situ, untuk bubarkan gerombolan massa," kata Susatyo.

Rekonstruksi itu sendiri merupakan peristiwa tawuran SMA 40 dengan SMK Taman Madya Kemayoran yang terjadi pada tanggal 13 September 2012 lalu. Peristiwa tawuran ini membuat empat siswa SMA 40 luka-luka, salah satu diantaranya mengalami koma karena luka senjata tajam di kepala.

"Saya dan teman-teman diserang secara tiba-tiba oleh SMK Taman Madya di Jalan Benyamin Sueb, sekitar Jembatan Goyang waktu itu. Padahal kami niatnya menjenguk teman yang sakit tipes di RS Satya Negara," kata siswa SMA 40, Arif, yang menjadi saksi kasus tawuran tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%