detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 27/09/2012 10:50 WIB

Lewat Jalur Independen pun Jokowi Menang

Ardi Winangun - detikNews
Halaman 1 dari 3
Ardi Winangun
Jakarta - Buah manis kemenangan Jokowi-Ahok rasanya mulai kecut. Sebabnya di antara elite partai pengusung, PDIP dan Partai Gerindra, mulai timbul rasa curiga, bahwa di antara mereka sudah ada dusta, ada yang mengatakan memanfaatkan Jokowi untuk Pemilu 2014. Agar partai-partai pengusung tidak besar kepala mari kita katakan, lewat jalur independen pun Jokowi menang.

Pilkada Jakarta ini menarik dan mampu menyedot perhatian banyak orang sebab selain berada di pusat kekuasaan Indonesia, juga dikarenakan Jokowi ketika maju dalam pilkada masih menjabat sebagai Walikota Solo, Jawa Tengah. Selain itu karena partai yang mengusung dirinya hanya dua partai, sedang rivalnya didukung banyak partai.

Jokowi bisa memenangi pilkada disebabkan adanya keinginan masyarakat Jakarta yang ingin melakukan perubahan. Dirasa kepemimpinan sebelum pilkada tidak mampu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat, seperti macet, banjir, kemiskinan, dan problem sosial lainnya.

Jokowi yang sukses mampu membangun Kota Solo dijadikan acuan warga Jakarta untuk memilih pemimpin yang baru. Dengan kesuksesan di Solo itulah warga Jakarta menmgharap agar kesuksesan itu ditularkan dan diterapkan di Jakarta.

Selain itu figur Jokowi yang murah senyum, supel, dan gaul yang membuat masyarakat merasa menjadi lebih dekat. Unsur-unsur seperti ini tidak ditemukan pada pasangan lainnya. Pasangan lainnya dianggap memiliki wajah yang kaku, galak, dan tak gaul. Beruntunglah Jokowi memiliki karakter yang demikian, sebab karakter yang demikian tidak bisa dibuat-buat atau disekolahkan di sekolah kepribadian.

Toh kalau pasangan lain harus diajarkan bagaimana cara berjalan, berbicara, dan tersenyum, hal demikian sifatnya bersandiwara. Bila lepas kendali, wajah aslinya akan kelihatan.

Terlepas dari semua hal itu, Jokowi yang memiliki banyak kelebihan itu bila menggunakan jalur independen pun bisa menang. Terbukti dalam pilkada ini, seseorang yang diusung banyak partai pun tak akan menjamin menang. Partai sekarang bukan jaminan untuk memenangkan calon. Dengan demikian seorang yang memiliki elektabiltas yang tinggi, ia melalui jalur independen pun akan mampu memenangi pilkada. Next

Halaman 1 2 3

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nwk/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%