Rabu, 26/09/2012 17:48 WIB

Reporter Media Iran Tewas Ditembak Sniper di Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Damaskus, - Seorang reporter media Iran, Press TV tewas ditembak di Damaskus, Suriah hari ini. Pria bernama Maya Nasser itu ditembak mati oleh seorang penembak jitu (sniper). Sementara kepala biro Damaskus untuk media Iran lainnya, Al-Alam terluka akibat ditembak.

"Koresponden Press TV Maya Nasser telah tewas oleh tembakan sniper di ibukota Suriah, Damaskus," demikian bulletin Press TV di situsnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/9/2012).

Disebutkan pula bahwa kepala biro Damaskus untuk Al-Alam, Hussein Mortada yang berkebangsaaan Libanon, juga terluka. Al-Alam menyatakan, Mortada menderita luka tembakan ketika dirinya pergi ke lokasi dua ledakan bom di markas besar staf umum pasukan bersenjata Suriah di Damaskus.

Tidak disebutkan apakah Nasser tengah bersama Mortada ketika pria itu ditembak sniper. Tidak disebutkan kebangsaan Nasser.

Media Press TV dan Al-Alam dibiayai oleh pemerintah Iran. Kedua media tersebut mendukung penuh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam menghadapi aksi pemberontakan yang melanda negeri tersebut sejak Maret 2011 lalu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%