Rabu, 26/09/2012 15:38 WIB

Priyo: Fahd Bukan Staf Khusus Saya

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Wa Ode Nurhayati menyebut Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq selalu mengaku sebagai staf Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Namun Fahd membantah. Begitu juga dengan Priyo yang menegaskan bahwa Fahd bukanlah stafnya.

"Fahd bukan staf khusus saya, bukan staf ahli saya," kata Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Priyo mengenal Fahd hanya sebagai kader Golkar dan ormas MKGR. Dia menegaskan tak pernah mempekerjakan Fahd sebagai staf.

"Dia adalah anak baik yang kebetulan satu organisasi dengan saya di Golkar dan MKGR," ujarnya.

Dalam persidangan Selasa (25/9) kemarin, Wa Ode menceritakan kisah pertemuannya dengan Fahd. Wa Ode menuturkan saat sedang rapat panja November 2010, salah seorang stafnya memberitahu ada seseorang yang mengaku staf Priyo hendak bertemu. Orang itu adalah Fahd.

Di dalam pertemuan itu, Fahd yang ditemani Haris Surahman memperlihatkan satuan tiga DPID. Informasi yang disampaikan Fahd menggambarkan bagaimana sebuah daerah mendapat alokasi dana.

Beberapa waktu usai pertemuan itu, melalui Haris, Fahd memberikan uang Rp 2,25 miliar kepada Wa Ode via sekretarisnya Sefa Yolanda. Namun Wa Ode menolak dan meminta Sefa mengembalikannya kepada Haris. Wa Ode menduga pemberian uang itu berkaitan dengan dana DPID.

Wa Ode menceritakan, kasus ini justru berujung pelaporan dirinya ke Fraksi PAN. Saat dipanggil Wa Ode mengaku sudah mengembalikan semuanya. Namun, menurut Wa Ode, dia 'dipaksa' mengembalikan lagi sehingga totalnya menjadi Rp 5,5 miliar.

Alasan lain kenapa fraksi justru membela Fahd, masih menurut Wa Ode, justru karena figur Priyo. Fahd memang terus mengaku sebagai staf Priyo.

"Saya menghormati partai. Selalu yang dihormati partai adalah nama baik Priyo karena dia adalah Wakil Ketua DPR dan Fahd adalah orangnya dia (Priyo)," kata Wa Ode dalam persidangan kemarin.

Fahd sendiri sudah membantah pernah menjadi staf khusus Priyo. "Kalau staf khusus itu kan harus ada SK. Saya bukan staf khusus, saya bukan staf ahli, bukan staf khusus," kata Fahd juga dalam persidangan kemarin.

(trq/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel