Rabu, 26/09/2012 15:33 WIB

Diperiksa KPK, Saan Mustopa Klarifikasi Tuduhan Nazaruddin

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa, diperiksa penyidik KPK dalam kasus korupsi pengadaan PLTS dengan tersangka Neneng Sri Wahyuni. Saan diminta untuk mengklarifikasi seluruh tuduhan yang disampaikan M Nazaruddin.

"Iya betul soal pengakuan (Nazar) itu. Tadi diminta klarifikasi saja," terang Saan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (26/9/2012).

Dalam pemeriksaan, Saan mengaku ditanya soal 7 pertanyaan. Termasuk soal dugaan Saan ikut terlibat di proyek PLTS. Dan seluruhnya dibantah oleh Saan.

"Saya tidak mengerti sama sekali," jelas Saan.

Ia sendiri menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke KPK. Meski dituduh, Saan tidak akan melaporkan balik Nazaruddin.

"Saya merasa tidak dicemarkan. Kan saya bisa klarifikasi, jadi saya tidak perlu (laporkan)," tandasnya.

Neneng yang juga merupakan Direktur Keuangan Permasi Grup itu diduga telah memperkaya diri atau orang lain dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pekerjaan Supervisi Pembangkit Listrik (PSPL) pada Ditjen P2MKT Kemenakertrans tahun anggaran 2008 senilai Rp 8,9 miliar.

Sementara suami Neneng, Nazaruddin, kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Nazaruddin dinilai bersalah dalam kasus suap terkait pembangunan Wisma Atlet Palembang.

(mok/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel