detikcom
Rabu, 26/09/2012 15:23 WIB

Disebut Wa Ode di Persidangan, Priyo: Saya Sama Sekali Tidak Tahu

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Nama Priyo Budi Santoso disebut Wa Ode menjadi alasan pengembalian uang dua kali lipat kepada Fahd El Fouz. Priyo mengaku tidak tahu sama sekali perihal uang yang dimaksud Wa Ode.

"Saya sama sekali tidak tahu mengenai masalah itu, saya juga tidak pernah sekalipun berkomunikasi atau bertemu dengan Ibu Wa Ode Nurhayati," kata Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Priyo mengaku heran namanya disebut oleh Wa Ode. Namun alih-alih merasa merasa kesal, dia malah mendoakan Wa Ode.

"Saya berdoa Wa Ode tetap diberi ketabahan juga untuk memberikan pengakuan yang jujur dan tidak menyangkutpautkan hal yang tidak menyangkut fakta," ujarnya.

Nama Priyo disebut Wa Ode dalam persidangan Selasa (25/9) kemarin. Wa Ode menyebut alasan memberikan uang dua kali lipat kepada Fahd adalah karena pengakuan Fahd sebagai staf Priyo, dan fraksinya menaruh hormat kepada Priyo.

"Saya menghormati partai. Selalu yang dihormati partai adalah nama baik Priyo karena dia adalah Wakil Ketua DPR dan Fahd adalah orangnya dia (Priyo)," kata Wa Ode dalam persidangan kemarin.

(trq/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel