Rabu, 26/09/2012 15:04 WIB
SBY Pimpin Panel Pertemuan Tingkat Tinggi Sekjen PBB di New York
Presiden SBY (dok.detikcom)
"Tujuan utama pembangunan masa depan adalah mengakhiri kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup rakyat," ujar Presiden SBY dalam pertemuan pertama Panel dan konferensi pers menyusul pertemuan tersebut, dalam rilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang diterima detikcom, Rabu (26/9/2012).
Bersama dengan Presiden Liberia Ellen Johson Sirleaf dan Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden SBY memimpin jalannya diskusi dalam pertemuan panel ini. Lebih lanjut, SBY menggarisbawahi pentingnya memajukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan pemerataan pembangunan.
"Pembangunan pasca 2015 hendaknya memajukan pembangunan yang berkeseimbangan (equitable development) dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan pemerataan (sustainable growth with equity)," tegasnya.
Pandangan SBY ini disetujui oleh Presiden Sirleaf dan PM Cameron. Mereke menilai, pengentasan kemiskinan harus diimbangi dengan promosi kesetaraan gender dan dilakukan dengan membangun kemakmuran dan pertumbuhan yang didasarkan pada pembangunan berkelanjutan.
Panel yang dibentuk oleh Sekjen PBB ini beranggotakan tokoh-tokoh dunia dari kalangan pemerintahan, bisnis maupun masyarakat sipil yang memiliki perhatian besar terhadap agenda pembangunan global. Tokoh-tokoh tersebut seperti Ratu Rania dari Yordania, mantan Presiden Jerman Horst Kohler, Menteri Keuangan Timor Leste Emillia Pires, Menlu Meksiko Patricia Espinosa, wartawati dan aktivis HAM Yaman Tawakel Karman, mantan PM Jepang Naoto Kan, aktivis Afrika Selatan Graca Machel, CEO Unilever Paul Polman, dan sejumlah tokoh lainnya.
Panel ini dibentuk Sekjen PBB untuk menggali masukan dan rekomendasi mengenai strategi pembangunan dunia di masa datang, khususnya setelah periode Millennium Development Goals (MDGs) atau dikenal dengan Tujuan Pembangunan Millennium berakhir pada tahun 2015. Panel akan menghimpun sebanyak-banyaknya masukan mengenai visi, prioritas dan strategi pembangunan masa depan dari berbagai kalangan, baik kalangan pemerintah, swasta, lembaga think tank, ilmuwan dan masyarakat sipil, dengan menggunakan berbagai media, termasuk media sosial seperti twitter dan Facebook.
Panel direncanakan akan melakukan pertemuan berikutnya di London, Inggris pada 1 November mendatang, kemudian di Monrovia, Liberia pada Januari 2013 dan di Bali, Indonesia pada Maret 2013. Panel diharapkan dapat menyampaikan laporan akhir mengenai rekomendasi bagi pembangunan global masa depan tersebut pada bulan Mei 2013.
Presiden SBY saat ini tengah berada di New York, AS, dalam rangka menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Presiden dijadwalkan berada di New York hingga 28 September mendatang.
(nvc/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
762 share this. -
Puluhan Ribu Warga Palembang Saksikan Jembatan 'Ampera Berwarna'
630 share this. -
Gita Wirjawan Upayakan Harga Daging Tetap Stabil saat Ramadhan
576 share this. -
Cerita Masa Lalu, Ahok: Saya Masuk Politik Didukung Ustad
512 share this. -
Turbulensi Pesawat Emirates, Penumpang Dipulangkan ke Jakarta Sore Tadi
510 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 19/05/2013 08:44 WIB
Lompat Pagar, Wamenkum HAM Sidak Lapas Sukamiskin & Rutan Cipinang
-
Minggu, 19/05/2013 08:20 WIB
Ini Aturan yang Melarang Anggota Polri Berbisnis
-
Minggu, 19/05/2013 06:27 WIB
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
-
Minggu, 19/05/2013 05:24 WIB
BNN Razia Diskotek Miles, 4 Wanita Diamankan
-
Minggu, 19/05/2013 04:19 WIB
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
-
Minggu, 19/05/2013 08:38 WIB
Lompat Pagar, Wamenkum HAM Sidak Lapas Sukamiskin & Rutan Cipinang
-
Minggu, 19/05/2013 08:20 WIB
Ini Aturan yang Melarang Anggota Polri Berbisnis
-
Minggu, 19/05/2013 06:27 WIB
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
-
Minggu, 19/05/2013 07:39 WIB
Politisi Perempuan Pakistan Ditembak Mati
-
Minggu, 19/05/2013 06:42 WIB
Pesawat Mendarat Tanpa Roda di New Jersey
-
Minggu, 19/05/2013 05:24 WIB
BNN Razia Diskotek Miles, 4 Wanita Diamankan
-
Minggu, 19/05/2013 08:58 WIB
Tim Investigasi: Ada Kerusakan Pada Rel Saat Tabrakan Kereta di New York
-
Minggu, 19/05/2013 04:19 WIB
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
-
435 Komentar
-
228 Komentar
-
227 Komentar
-
221 Komentar
-
211 Komentar
-
205 Komentar
-
201 Komentar
-
179 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,834.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Minggu, 19/05/2013 00:13 WIB
'Diplomasi' Makanan Bugis Ala Jusuf Kalla
-
Minggu, 19/05/2013 00:01 WIB
Ingin Lomba Paduan Suara di Hongkong, Mahasiswi UNS Minta Dibantu Jokowi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)





_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
