Rabu, 26/09/2012 15:04 WIB

Foke Minta Jajarannya Sesuaikan Diri dengan Gaya Jokowi

Juwari - detikNews
Jakarta - Fauzi Bowo sadar benar gaya kepemimpinannya sering disalahpahami sebagai seorang pemarah oleh bawahannya. Di penghujung masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, dia meminta maaf bila ada yang pernah tersinggung terhadap sikap kerasnya tersebut.

"Saya minta maaf atas segala kealpaan dan ketidaksempurnaan. Bukan berarti saya galak, ini adalah Bang Kumis yang apa adanya," ujar Foke di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jl Tanah Abang 1, Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Di hadapan dua ratusan PNS Jakarta Pusat, dia mengingatkan agar jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinan baru kelak, di mana Jokowi akan menjadi pucuk pimpinannya. Semangat dan dedikasi kerja harus terus ditingkatkan, jangan justru malah berkurang.

"Prinsipnya kalau kita masuk kandang kambing, mengembiklah. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus sesuaikan diri dengan lingkungan kita," wanti Foke.

Seusai menyampaikan pengarahan terakhirnya, Foke bersalam-salaman dengan Wali Kota Jakpus Hadi Syafullah dan jajarannya. Sembari berjalan meninggalkan ruangan acara, Foke melayani permintaan berfoto bersama para PNS yang secara berkelompok-kelompok mengerubutinya.

(lh/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel