detikcom
Selasa, 25/09/2012 17:50 WIB

TNI Mutasi 85 Pati

Ramdhan Muhaimin - detikNews
TNI (ilustrasi)
Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan mutasi terhadap 85 Perwira Tinggi (Pati) di jajarannya. Mutasi tersebut dalam rangka pembinaan organisasi di TNI.

"Juga untuk mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja TNI melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Strata Perwira Tinggi (Pati) TNI, sehingga kinerja TNI ke depan lebih optimal," tulis Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Ir Minulyo Suprapto, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (25/9/2012).

Mutasi 85 Pati TNI tersebut berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/639/IX/2012 tanggal 24 September 2012, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Mutasi jabatan 85 Pati TNI ini terdiri dari 11 Pati di lingkungan Mabes TNI, 29 Pati di lingkungan TNI AD, 19 Pati di lingkungan TNI AL, 14 Pati di lingkungan TNI AU, 3 Pati di lingkungan Kemhan RI, 2 Pati di lingkungan Basarnas, 3 Pati di lingkungan Lemhannas, 2 Pati di lingkungan BIN, 1 Pati di lingkungan Setneg dan 18 Pati dalam rangka pensiun.

Beberapa Pati yang dimutasi dengan jabatan baru antara lain Mayjen TNI Dicky Wainal Usman dari Asrena Kasad menjadi Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Eko Wiratmoko dari Aspam Kasad menjadi Pangdam XVI/Ptm, Mayjen TNI Christian Zebua dari TA Pengajar Bidang Padnas Lemhannas menjadi Pangdam XVII/Cen, Laksda TNI Bambang Dwi Nirbito dari Pa Sahli Tk. III Wassus dan LH Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasal, dan Marsda TNI Bambang Iswahyudi dari Koorsahli Kasau menjadi Staf Khusus Kasau.

Sementara beberapa Pati yang dipromosikan jabatan antara lain Mayjen TNI Subekti dari Pangdam VI/Mlw menjadi Rektor Unhan, Kolonel Kav Bambang Hastawan dari Sekretaris Dispenad menjadi Kapuskom Publik Kemhan, Kolonel Inf Sigit Yuwono dari Staf khusus Kasad menjadi Pati Ahli Kasad Bidang Sosbud, dan Brigjen TNI Iskandar M Sahil dari Kasdam IM menjadi Pa Sahli Tk. III Bidang Komsos Panglima TNI.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rmd/vta)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%