Selasa, 25/09/2012 09:14 WIB

SMA 6 Jakarta Jelaskan Tawuran di Perempatan Bulungan Siang Nanti

Ahmad Toriq - detikNews
Foto Alawy di rumah duka (Jhoni Hutapea/detikcom)
Jakarta - SMAN 6 Jakarta akan menjelaskan hal-hal terkait tawuran di perempatan Bulungan, Jakarta Selatan, yang menewaskan siswa kelas X Alawy Yusianto Putra pada siang nanti. Selain itu, sekolah elite itu juga akan membuat kesepakatan dengan orang tua siswa.

"Berkaitan dengan tragedi SMA Negeri 6, Kepala Sekolah SMA Negeri 6 (Ibu Kadarwati) akan mengadakan jumpa pers pada hari Selasa 25 September pukul 14.00 WIB di SMAN 6, Jalan Mahakam 1 Kebayoran Baru," kata staf kesiswaan SMA 6 Jakarta, Ibu Husni, dalam pesan singkat, Selasa (25/9/2012).

Husni mengatakan, pihak sekolah akan menjelaskan kronologi peristiwa berdarah itu. Selain itu pihak sekolah juga akan membuat kesepakatan dengan wali murid. Namun Husni tidak menjelaskan isi kesepakatan yang akan dibuat.

"Konferensi pers kronologis kejadian dan visi misi SMA 6 dan 70 serta kesepakatan dengan orang tua," tuturnya.

Tawuran antara siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta pecah di kawasan Bulungan - tak jauh dari Blok M Plaza - pada Senin (24/9) kemarin. Tawuran ini menyebabkan Alawy, siswa SMA 6 kelas X berusia 15 tahun, tewas akibat kena bacok di bagian dada.

Menurut saksi mata ketika tawuran pecah, Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Dia lantas lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.

Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.

Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja. Siswa kedua SMA unggulan itu beberapa kali terlibat tawuran.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(trq/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%