Detik.com News
Detik.com
Selasa, 25/09/2012 00:21 WIB

Gudang Penjemuran Karet PT Asahan Crumb Rubber di Medan Terbakar

Khairul Ikhwan - detikNews
Gudang Penjemuran Karet PT Asahan Crumb Rubber di Medan Terbakar Foto: Khairul/detikcom
Medan - Gudang penjemuran karet PT Asahan Crumb Rubber di Jl Sisingamangaraja Medan, Sumatera Utara (Sumut) hangus terbakar, Senin (24/9) malam. Api masih menyala hingga pukul 23.00 WIB.

Api pertama kali terlihat melahap bangunan dan isi gudang karet sekitar pukul 20.15 WIB. Salah seorang pekerja, Kasmadi, mengatakan kebakaran terjadi saat para pekerja sedang beraktivitas.

"Tidak tahu api dari mana. Tetapi api cepat membesar dari lantai bawah kemudian merambat ke lantai lima paling atas," kata Kasmadi saat ditemui di lokasi, Senin (24/9/2012) malam.

Peristiwa ini sontak membuat seluruh pekerja panik dan berupaya menyelamatkan diri keluar dari dalam gudang. Sejauh ini belum ada laporan korban dalam peristiwa tersebut.

Petugas pemadam kebakaran Pemko Medan yang diterjunkan ke lokasi kejadian kesulitan memadamkan api karena gudang penuh dengan lembaran karet yang dikeringkan. Tiga jam setelah api membesar, api belum berhasil dipadamkan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%