Senin, 24/09/2012 18:15 WIB

MA Setuju Kenaikan Tarif Airport Tax: Ini Politis

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandara Soekarno Hatta (ist.)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menyetujui kenaikan airport tax dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu (domestik) dan Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu (internasional) yang ditetapkan pada 2009. Hal ini menganulir putusan tingkat pertama dan tingkat banding atas gugatan David Tobing.

"Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta tidak tepat dan keliru," ujar ketua majelis kasasi, Rehngena Purba, dalam salinan kasasi yang dilansir website MA, Senin (24/9/2012).

Menurut MA jika menaikan tarif airport tax dengan persetujuan pengguna bandara akan memakan waktu sangat lama dan forum yang amat rumit. PT Angkasa Pura II harus melakukan negosiasi atau perundingan dengan tiap penggunaan jasa, khususnya penumpang yang jumlahnya ribuan hingga jutaan.

"Perundingan seperti ini jelas tidak praktis dan akan menimbulkan biaya yang besar. Tidak saja bagi penyedia jasa tetapi para pengguna jasa. Putusan peradilan harus pula mempertimbangkan prinsip efisiensi dalam menginterpretasikan atau menerapkan hukum dalam situasi konkret," ujar putusan yang juga diketok oleh Prof Dr Takdir Rahmadi dan Dr Nurul Elmiyah.

Menurut MA, airoport tax bukanlah jasa privat murni yang harus dilakukan tawar menawar antara penyedia jasa dan pengguna jasa. Dalam kasus ini, MA menilai penyedia jasa menjadi domain pemerintah yang diwakili oleh PT Angkasa Pura dan Menteri Perhubungan. Sehingga pertanggungjawaban penentuan tarif jasa lebih bersifat politis kepada kekuasaan legislatif.

"Namun karena Indonesia adalah negara hukum yang demokratis yang mendorong lahir dan tumbuhnya partisipasi publik, maka hal ini diwakili oleh LSM seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)," beber putusan yang diketok pada 12 Juli 2012.

"Maka sudah tepat dan benar jika Angkasa Pura II mendengar pandangan YLKI. Sehingga perbuatan menaikkan tarif dapat dibenarkan karena bukan merupakan perbuatan melanggar hukum," sambung putusan kasasi ini.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/vta)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close