Senin, 24/09/2012 17:51 WIB

Kasus Simulator SIM

Boy Rafli: Nilai Proyek di Atas Rp 100 M, Jadi Harus Diketahui Kapolri

Salmah Muslimah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kapolri Jendral Timur Pradopo diduga terlibat dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan alat simulator SIM di Korlantas Polri. Namun keterlibatan tersebut dianggap wajar karena nilai proyek yang mencapai di atas Rp 100 miliar.

"Oh itu, itu memang prosedur di dalam Perpres 54 tahun 2010. Jadi jika ada proyek di atas Rp 100 miliar, syarat secara administratif harus diketahui oleh pengguna anggaran. Jadi pengguna anggaran di Polri adalah Pak Kapolri. Kemudian di bawahnya ada kuasa pengguna

anggaran (KPA), ada PPK, ada panitia lelang. Jadi memang nilainya yang di atas Rp 100 miliar itu istilahnya memang harus diketahui oleh pimpinan dalam penetapan dari hasil lelang yang dilakukan oleh panitia lelang," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Hal itu disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Boy mengatakan, saat ini yang berjalan adalah proses hukum operasional terhadap dugaan adanya penyimpangan dalam proyek tersebut.

"Jadi ini seperti SOP yang ditandatangani Kapolri seperti surat untuk mendapat promosi jabatan. Promosi jabatan tertentu kan juga keputusan Kapolri. Kemudian apakah nanti jika orang tersebut ditentukan dalam suatu tugas melakukan pelangggaran hukum ya tentunya orang itu yang diproses secara hukum," jelasnya.

Majalah Tempo edisi pekan ini melansir surat keputusan Kepala Kepolisian Republik Indonesia bernomor Kep/193/IV/2011 tertanggal 8 April 2011 yang berisi Penetapan Pemenang Lelang Pengadaan Driving Simulator R4 (roda empat). Sebagai pengguna anggaran, dalam surat itu Kapolri menetapkan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi sebagai calon pemenang tender dengan nilai kontrak Rp 142,4 miliar.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rmd/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%