detikcom
Senin, 24/09/2012 17:51 WIB

Tawuran SMA 6 vs SMA 70, Foke: Relokasi Tak Selesaikan Masalah

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Aksi tawuran antara oknum siwa SMA 60 vs SMA 6, Bulungan, Jakarta Selatan, bukan sekali ini terjadi. Pernah muncul wacana untuk memindahkan lokasi salah satu sekolah tersebut untuk menghentikan 'tradisi' buruk para siswanya.

Namun relokasi salah satu atau bankan dua sekolah yang bagai musuh Tidak ada jaminan oknum siswanya terlibat tawuran dengan sekolah yang lain.

"Memindahkan itu belum tentu jaminan penyelesaian masalah," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menanggapi tawuran kali ini yang memakan satu korban jiwa.

"Yang lebih baik cari format kerukunannya dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada," sambung Foke yang ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Sepengetahuannya, forum orang tua murid di SMA 6 dan SMA 70 sangat aktif dalam melakukan kegiatan mencegah anak-anaknya tawuran. Tapi ada banyak sekali faktor penyebab tawuran yang sering sekali tidak diketahui dengan pasti pangkal masalahnya. Seperti yang terjadi siang ini.

"Kita tidak ingin ini berkembang dan merugikan semua pihak. Nanti lihat dulu perkembangannya, kita tunggu laporan kepolisian, karena ini kasus tindak pidana," imbuh Foke


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(jor/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%