detikcom
Senin, 24/09/2012 09:41 WIB

KRL Mania Gelar Petisi Penolakan Kenaikan Tarif KRL Commuter Line

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - KRL Mania menggelar petisi untuk menolak kenaikan tarif KRL Commuter Line Rp 2.000 yang akan berlaku mulai 1 Oktober mendatang. Petisi yang dilakukan secara online ini rencananya juga akan dilakukan di stasiun-stasiun.

"Kita galang petisi secara online dulu dan rencananya kita juga akan melakukannya di stasiun-stasiun," kata moderator milis KRL Mania, Nurcahyo, kepada detikcom, Senin (24/9/2012).

Petisi secara online dapat diakses di http://www.change.org/id/petisi/batalkan-kenaikan-tiket-krl. Saat ini pada pukul 09.20 WIB sudah ada 200 orang yang ikut dalam petisi ini.
"Kita pilih online dulu karena kesibukan masing-masing anggota dan waktunya yang semakin mepet," katanya.

Nurcahyo mengatakan petisi ini rencanya akan disampaikan pada PT KCJ, PT KAI, Kemenhub dan Kementerian BUMN. "Tujuan kita membuat petisi ini agar kenaikan tarif dibatalkan," katanya.

Nurcahyo mengatakan, penolakan kenaikan tarif ini disebabkan belum adanya perbaikan yang dilakukan PT KAI. Hingga saat ini juga belum jelas kompensasi yang didapat penumpang jika kereta terlambat saat tarif naik nanti.

"Kompensasi untuk penumpang apa kalau nanti kereta terlambat padahal tarif sudah naik," katanya.

Rencananya tarif KRL Commuter Line akan naik Rp 2.000 untuk setiap perjalanan. Berikut tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012:

- Rp 9.000,- untuk relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- RP 8.000,- untuk relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000,- untuk relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500,- untuk relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000,- untuk relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500,- untuk relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%