detikcom
Minggu, 23/09/2012 21:16 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Pesawat Terlambat, Distribusi Katering Untuk Jamaah Haji Terganggu

Bagus Kurniawan - detikNews
Madinah, - Kedatangan pesawat jamaah haji yang terlambat mengakibatkan distribusi katering di Madinah terganggu. Akibatnya jamaah belum datang ke pemondokan, namun katering sudah siap didistribusikan.

"Pesawat mengalami keterlambatan. Jamaah belum mendarat tapi kateringnya sudah siap didistribusikan," ungkap Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Ahmad Jauhari di kantor Haji Indonesia Madinah, Minggu (23/9/2012).

Menurutnya terjadinya miskomunikasi itu dipicu oleh jadwal kedatangan pesawat selama dua hari pertama yang banyak berubah. Sebanyak 450 buah makanan boks untuk jamaah dari salah satu perusahaan katering, Al Andalus tidak jadi didistribusikan ke jamaah.

"Kami sudah meminta pengertian kepada pihak katering. Kesalahan secara alami bukan kami yang buat, namun ini akibat pesawat yang datang terlambat," katanya.

Jauhari menambahkan agar hal serupa tidak terjadi lagi, antara katering dan Daker Madinah akan terus melakukan koordinasi. Bila terjadi keterlambatan, daker akan memberitahukan secara cepat melakukan pesawat HT.

"Kami menyarankan pada katering, makanan tersebut untuk didistribusikan kepada pihak lain. Wajar jika ada untung dan rugi dalam sebuah usaha," katanya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%