detikcom
Minggu, 23/09/2012 20:16 WIB

Polisi Amankan Kapal yang Diduga Bawa Puluhan Ton BBM Ilegal di Bali

Gede Suardana - detikNews
Bali, - Petugas Polair Mabes Polri mengamankan kapal yang diduga mengangkut puluhan ton BBM ilegal saat berada di kawasan perairan Bali. Informasi yang dihimpun di kepolisian menyebutkan kapal tugboat ini dihentikan kapal patroli Mabes Polri karena ada aktifitas yang mencurigakan.

Saat dilakukan pemeriksaan ini, para Anak Buah Kapal (ABK) tidak dapat menunjukkan DO (delivery order) atas BBM yang diangkutnya. Informasi dari sumber yang sama juga mengatakan aktifitas kapal ini sangat mencolok yakni mengisi BBM ke truk-truk BBM yang sudah menunggu ditepi Pelabuhan Benoa Denpasar. Bahkan isi BBM didalam kapal ini diperkirakan mencapai 100 ton BBM. Ada dugaan kapal ini mendapatkan suplai BBM dari kapal lain saat berada di tengah laut.

Dikonfirmasi mengenai adanya informasi ini, Dir Polair Polda Bali, Kombes Polisi Tubuh Musyareh, membenarkan adanya penangkapan kapal yang membawa BBM ini. “Ya benar, tapi yang melakukan penangkapan langsung dari Mabes Polri,” katanya kepada wartawan, Minggu (23/9/2012).

Namun untuk langkah penyelidikan selanjutnya pihaknya masih belum memastikan apakah langsung ditangani oleh Mabes Polri atau penyidik dari Polda Bali. “Untuk penyelidikan selanjutnya kita belum tahu,” ungkap dia. Kapal yang mengangkut BBM saat ini masih berada di Pelabuhan Benoa Denpasar, termasuk dengan sejumlah ABK juga masih berada di kapal sejak diamankan pada Kamis (20/9/2012).

(gds/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel