detikcom
Minggu, 23/09/2012 19:50 WIB

Temui JK, Ahok Minta Nasihat & Dukungan

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Dari hasil hitung cepat pilgub DKI sejumlah lembaga survei, Ahok mendampingi Jokowi memimpin Jakarta untuk memimpin Jakarta periode 2012-2017. Sebagai persiapan, Ahok pun menemui mantan wapres Jusuf Kalla (JK) untuk meminta nasihat dan dukungan.

"Pak JK sudah berpengalaman untuk masalah DKI apalagi sejak beliau menjadi ketua PMI, beliau melihat lebih banyak masalah DKI semenjak menjabat," ujar Ahok usai menemui JK di kediaman Ketua PMI tersebut di Darmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (23/9/2012).

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Ahok meminta nasihat dan dukungan. Kepada Ahok, JK pun berpesan agar terus siap setia mendukung sang gubernur sebagai orang yang duduk di kursi nomor satu.

"Dulu Pak JK pernah jadi wakil presiden, jadi pernah sesama wakil. Pak JK berpesan agar Pak Ahok bisa mendukung orang yang nomor satu, apapun yang terjadi. Wakil itu harus bisa menyukseskan kerja yang nomor satu," ucap salah seorang timses yang mengikuti pertemuan tersebut.

Menurut timses tersebut, JK juga berpesan agar Jokowi dan Ahok kelak setelah resmi memimpin Jakarta mengontrol lurah dan camat. Maksudnya, ketika keduanya keliling kampung dan menjumpai hal yang tidak beres, maka segera menunjukkan kepada lurah dan camat agar segera membereskannya.

JK juga menyarankan agar program pemimpin Jakarta sebelumnya yang baik dan bagus tetap diteruskan. Selain itu, Jokowi dan Ahok juga harus memiliki prioritas dalam membangun Jakarta.

Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dalam pilgub DKI beberapa waktu lalu, pasangan Jokowi-Ahok menang. Meski dengan metode dan jumlah sampel yang berbeda, hasilnya semua hampir sama.

Hitung cepat ini digelar real time dari sejumlah TPS di Jakarta. Sebagian ada yang disiarkan langsung televisi, sebagian lagi merilisnya di lokasi tertentu.

Berikut hasil hitung cepat lembaga survei pilgub DKI Jakarta:

1. Quick Count LSI-TV One: Jokowi-Ahok 53,68%, Foke-Nara 46,32%.
2. Indo Barometer-Metro TV: Jokowi-Ahok 54,11%, Foke-Nara 45,89%.
3. LSI-SCTV: Jokowi-Ahok: 53,81%, Foke-Nara 46,19%.
4. Kompas: Jokowi-Ahok: 52,97 %, Foke-Nara 47,03%
5. MNC Media-SMRC: Jokowi-Ahok 52,63, Foke-Nara 47,37%.

(vit/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel