Minggu, 23/09/2012 18:41 WIB

Survei SMRC: Ucapan Jokowi Lebih Dipercaya Ketimbang Foke

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Calon gubernur DKI sebelum hari pemilihan 20 September lalu memiliki kemampuan yang sama untuk memimpin Jakarta. Namun warga lebih memilih Jokowi ketimbang Fauzi Bowo (Foke) karena menilai ucapan Jokowi lebih bisa dipercaya.

SMRC melakukan survei pra-pilkada dan exit poll putaran kedua pada tanggal 7 September - 11 September kepada 1.000 responden yang berada di wilayah DKI Jakarta. Survei ini dilakukan dengan metode random sampling ke 400 TPS di DKI Jakarta. Dalam kemampuan memimpin Jakarta, 48 persen masyarakat menyebut Jokowi dan Foke mampu memimpin Jakarta.

Namun, 52 persen responden menilai Jokowi dapat dipercaya karena ketepatan antara ucapan dan janjinya. Sementara itu hanya 44 persen responden yang menyatakan Fauzi Bowo dapat dipercaya.

"Dengan demikian kualitas personal Jokowi dalam ukuran-ukuran itu lebih baik dari Fauzi," kata CEO SMRC, Grace Natalie, di Hotel Morrisey Serviced Apartement, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2012).

Soal kebersihan korupsi, 52 persen responden memilih Jokowi lebih bersih dan hanya 35 persen responden yang menilai Foke bersih. Termasuk soal kepedulian terhadap warga, Jokowi lebih unggul ketimbang Foke yakni 53 persen untuk Wali Kota Solo itu dan 44 persen untuk Foke.

"Isu agama tidak terlalu berpengaruh karena masyarakat lebih terdidik," terangnya.

Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dalam pilgub DKI kemarin, pasangan Jokowi-Ahok menang. Meski dengan metode dan jumlah sampel yang berbeda, hasilnya semua hampir sama.

Hitung cepat ini digelar real time dari sejumlah TPS di Jakarta. Sebagian ada yang disiarkan langsung televisi, sebagian lagi merilisnya di lokasi tertentu.

Berikut hasil hitung cepat lembaga survei pilgub DKI Jakarta:

1. Quick Count LSI-TV One: Jokowi-Ahok 53,68%, Foke-Nara 46,32%.
2. Indo Barometer-Metro TV: Jokowi-Ahok 54,11%, Foke-Nara 45,89%.
3. LSI-SCTV: Jokowi-Ahok: 53,81%, Foke-Nara 46,19%.
4. Kompas: Jokowi-Ahok: 52,97 %, Foke-Nara 47,03%
5. MNC Media-SMRC: Jokowi-Ahok 52,63, Foke-Nara 47,37%.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fiq/nvt)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%