detikcom
Minggu, 23/09/2012 18:13 WIB

SMRC: Warga Pilih Jokowi Karena Tidak Puas dengan Kerja Foke

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Kenapa para pemilih lebih mencoblos Jokowi-Basuki pada pemilukada DKI Jakarta lalu? Salah satu alasannya adalah karena masyarakat DKI Jakarta mengaku tidak puas dengan kinerja Fauzi Bowo (Foke) selaku Gubernur DKI Jakarta.

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) melakukan survei pra-pilkada dan exit poll putaran kedua pada tanggal 7 September - 11 September kepada 1.000 responden yang berada di wilayah DKI Jakarta. Survei ini dilakukan dengan metode random sampling ke 400 TPS di DKI Jakarta.

Pada survei itu, 42,4 persen warga Jakarta mengaku kurang puas dengan Foke, 40,5 persen merasa cukup puas, dan hanya 7,5 persen yang sangat puas.

"Umumnya warga kurang puas dengan kinerja incumbent. Hubungan kinerja incumbent dan pilihan calon gubernur sangat kuat," ujar CEO SMRC Grace Natalie di Hotel Morrisey Serviced Apartement, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2012).

Pada kesempatan itu, pengamat politik Burhanudin Muhtadi juga mengatakan hal yang sama. Jokowi disebut berhasil menunggangi ketidakpuasan publik terhadap Foke.

"Bukan berarti masyarakat tidak sadar bahwa Jokowi dianggap tidak mampu. Mereka mungkin tahu juga tetapi Incumbent punya sisi seperti mata pisau yang jika sukses bisa dipilih lagi namun jika gagal akan susah," terangnya.

Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dalam pilgub DKI kemarin, pasangan Jokowi-Ahok menang. Meski dengan metode dan jumlah sampel yang berbeda, hasilnya semua hampir sama.

Hitung cepat ini digelar real time dari sejumlah TPS di Jakarta. Sebagian ada yang disiarkan langsung televisi, sebagian lagi merilisnya di lokasi tertentu.

Berikut hasil hitung cepat lembaga survei pilgub DKI Jakarta:

1. Quick Count LSI-TV One: Jokowi-Ahok 53,68%, Foke-Nara 46,32%.
2. Indo Barometer-Metro TV: Jokowi-Ahok 54,11%, Foke-Nara 45,89%.
3. LSI-SCTV: Jokowi-Ahok: 53,81%, Foke-Nara 46,19%.
4. Kompas: Jokowi-Ahok: 52,97 %, Foke-Nara 47,03%
5. MNC Media-SMRC: Jokowi-Ahok 52,63, Foke-Nara 47,37%.

(fiq/nvc)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel