Minggu, 23/09/2012 17:19 WIB

Ular Phyton 3 Meter Diselamatkan Polisi Semarang

Angling Adhitya - detikNews
Jakarta - Ular phyton sepanjang 3 meter ditemukan di depan Mapolrestabes Semarang. Ular besar itu terjepit di dalam pipa yang ada di parit. Aparat di lokasi pun bertindak untuk menyelamatkan hewan melata tersebut.

Ular pertama kali ditemukan dalam keadaan keluar dari retakan pipa oleh seorang anggota kepolisian sekitar pukul 11.00 WIB. Hal itu langsung ditanggapi dengan melakukan evakuasi menggunakan palu untuk membongkar talud di atas pipa. Proses evakuasi sedikit terkendala karena perut ular tersangkut.

"Beruntung ularnya enggak agresif. Sepertinya habis makan tikus," ujar anggota unit satwa Polrestabes Semarang, Aipda Suyono, di Mapolrestabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Minggu (23/9/2012).

Evakuasi ular phyton itu pun menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Puluhan warga berbondong-bondong berkumpul di pinggir parit Mapolrestabes Semarang untuk menyaksikan evakuasi.

Setelah sekitar satu jam proses evakuasi, ular tersebut berhasil di keluarkan. Sementara ular itu dibawa oleh unit satwa Polrestabes Semarang untuk dipelihara.

Suyono menambahkan penemuan ular di sekitar Mapolrestabes Semarang bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya di daerah tersebut pernah ditemukan dua ekor ular phyton sepanjang empat meter dan enam meter.

"Biasanya kalau tidak dipelihara ya disumbangkan ke kebun binatang," tutupnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(vit/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%