detikcom
Minggu, 23/09/2012 10:54 WIB

Perempuan Korban Pembunuhan di Kalibata Berencana Menikah Pekan Depan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Asywarah Indah Sari eka putri sakti (26), perempuan yang ditemukan tewas di Apartemen Kalibata City Tower Borneo lantai 16 CG, Pancoran, Jakarta Selatan, dibunuh pacarnya sendiri yang berkewarganegaraan India, Mirza Nurzaman (31). Belum diketahui alasan pembunuhan itu, padahal Indah telah berencana menikah dengan kekasihnya itu pada pekan depan.

"Seharusnya mereka menikah minggu depan," ujar Kanit Reskrim Pancoran, AKP Suroto, kepada detikcom, Minggu (23/9/2012).

Polisi belum mengetahui penyebab pertengkaran keduanya sebelum pembunuhan terjadi. Hal ini dikarenakan tidak ada saksi yang berada di sekitar tempat kejadian tersebut. "Tidak ada (saksi) karena di situ kan apartemen," terangnya.

Menurut Suroto, pihaknya telah melakukan olah TKP di tempat terbunuhnya Indah dan tempat Mirza melakukan bunuh diri di rel kereta api Kalibata. Selain luka gorok di leher Indah, tidak ada luka-luka kekerasan lain yang terdapat di tubuhnya. "Kunci apartemen pun dibawa oleh pelaku," kata Suroto.

Pelaku yang diketahui merupakan warga negara India ini setelah menjalankan aksi jahatnya, langsung menabrakkan diri ke kereta api. Suroto menambahkan saat ini kedua jenazah sudah berada di RSCM, Jakarta Pusat.


(fiq/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel