Sabtu, 22/09/2012 16:07 WIB
5 Pelaku Pembunuhan di Gerbang Tol Pondok Aren Ditangkap
Kasat Subdirektorat Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Helmy Santika mengatakan, pengungkapan pembunuhan tersebut berawal dari pengungkapan identitas korban. Kemudian polisi melakukan penelusuran untuk mencari tahu kegiatan korban sebelum pembunuhan. Kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap B alias U (20), di rumahnya di Komplek Sawah Indah, Rt 003 Rw 001, Larangan Selatan, Kota Tangerang, yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan Ade.
"Kita mencari tahu siapa identitasnya, selanjutnya diketahui bahwa korban bernama Ade Setyawan, tinggal di sekitar Pondok Aren, Kabupaten Tangerang. Dan beberapa waktu lalu telah berhasil ditangkap salah seorang pelaku bernama B alias U yang diduga sebagai inisiator dan pelaku oembunuhan Ade," ujar AKBP Helmy Santika di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (22/9/2012).
Polisi pun kemudian mengembangkan informasi dari B. Dengan cepat dilakukanlah penangkapan terhadap pelaku lainnya, yaitu T (20) dan W (22). T diketahui bertugas sebagai eksekutor dan W sebagai peninjau lapangan.
"B berperan sebagai inisiator yang berandil cukup besar dan bersama T berperan sebagai eksekutor dengan senjata tajam berupa celurit. Rekan yang satunya W, berperan sebagai pos tinjau untuk melihat apakah ada orang yang lewat di daerah itu," terang Helmy.
Sebelum menghabisi nyawa Ade, ketiga pelaku sempat melakukan pertemuan di Puri Betak daerah Tegal Rotan. Kemudian pelaku mengundang korban ke lokasi dengan alasan ingin menjual handphone. Korban pun kemudian datang dengan membawa uang. Ternyata barang yang hendak dijual tidak ada.
"Korban dipancing ke TKP seolah-olah mereka mau menjual barang. Kemudian korban datang dengan membawa uang. Barang yang digunakan sebagai pancingan yaitu HP BB Onyx dengan harga 3 juta. Hanya sebenarnya barang tersebut tidak ada atau fiktif.
Ade pun kemudian dibunuh dengan cara digorok lehernya dengan celurit. Lantas pelaku pun melarikan sepeda motor Yamaha Fino milik korban. dari keterangan yang didapat, pelaku tega menghabisi nyawa korban karena sakit hati.
"Ade dibunuh dengan cara digorok lehernya. Setelah melakukan aksi, mereka sempat membawa sepeda motor yang dipakai Ade dan akan dijual. Keseluruhan motif para pelaku, karena dendam atau sakit hati ketika beberapa kali menjual barang hasil pencurian kepada korban, harganya tidak sesuai dan selalu kurang," terang Helmy.
Tak sampai di situ, polisi pun kemudian mengembangkan informasi, maka diketahuilah tersangka lainnya yaitu I (20) dan M (21). Kedua anak muda tersebut merupakan calon penadah dari hasil rampasan sepeda motor milik korban, Yamaha Fino B 6785 WGO.
Diketahui, para pelaku kerap melakukan tindak pidana berupa pencurian. Mulai dari menjambret hingga mencopet. Pelaku sering beraksi di daerah Joglo, Jakarta Barat. Namun hasil curiannya tidak terlalu besar.
"Rata-rata hasil pencuriannya di jual tidak terlalu besar. Seperti sepeda motor korban saja hendak dijual ke penadah dengan harga 3 juta rupiah. Kita juga masih mendalami apakah mereka juga meklakukan aksi di angkutan umum atau lainnya," terang Helmy.
Pelaku B, T dan W dijerat dengan pasal 340 KUHP dengan maksimal hukuman mati. Sedangkan kedua penadah sepeda motor yaitu I dan M dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal kurungan 4 tahun. barang bukti yang diamanakan berupa 2 buah celurit dan satu unit sepeda motor Yamaha Fino milik korban.
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(jor/gah)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
296 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
258 share this. -
Kabut Asap Bawa Berkah Bagi Sopir Taksi Singapura
216 share this. -
Enggan Naikkan Tarif Pasca BBM Naik, Pengusaha Angkot Minta Subsidi
205 share this. -
Pintu Masuk Imigran Gelap Ada di Sepanjang Garis Pantai Indonesia
161 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 07:26 WIB
Pengacara Antasari Sebut JK akan Jadi Saksi di MK Hari Ini
-
Kamis, 20/06/2013 06:12 WIB
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
-
Kamis, 20/06/2013 05:51 WIB
Ungkap Mafia Narkoba, Identitas Justice Collaborator Harusnya Ditutup
-
Kamis, 20/06/2013 05:23 WIB
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Isap Ganja
-
Kamis, 20/06/2013 05:06 WIB
Kabut Asap Masih Akan Selimuti Singapura Tiga Hari ke Depan
-
Kamis, 20/06/2013 06:12 WIB
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
-
Kamis, 20/06/2013 05:51 WIB
Ungkap Mafia Narkoba, Identitas Justice Collaborator Harusnya Ditutup
-
Kamis, 20/06/2013 06:45 WIB
Demonstran Brazil Kembali Bentrok Jelang Laga Lawan Meksiko
-
Kamis, 20/06/2013 05:06 WIB
Kabut Asap Masih Akan Selimuti Singapura Tiga Hari ke Depan
-
Kamis, 20/06/2013 05:23 WIB
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Isap Ganja
-
Kamis, 20/06/2013 04:03 WIB
Dituduh Maling oleh Mantan Kekasih, WN Australia Dituntut 7 Tahun Bui
-
Kamis, 20/06/2013 03:20 WIB
Polisi Tetapkan 44 Tersangka dan 19 DPO dalam Kasus Perusakan KFC Medan
-
Kamis, 20/06/2013 04:18 WIB
Kantor PBB di Somalia Diserang Bom Bunuh Diri, 16 Orang Tewas
-
426 Komentar
-
356 Komentar
-
230 Komentar
-
204 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 00:16 WIB
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
-
Rabu, 19/06/2013 23:37 WIB
Peraturan Mobil Murah Berlaku, Jalan Berbayar DKI Berjalan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

